Minggu, 21/07/2024 - 20:30 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

LINGKUNGAN

Presiden: Waspadai Ancaman ‘Neraka Iklim’

 JAKARTA — Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan peringatan dunia tentang ‘neraka’ iklim yang berpotensi mengganggu laju inflasi nasional. Jokowi meminta agar pemerintah daerah untuk waspada.

Peringatan itu disampaikan Presiden Jokowi kepada seluruh kepala daerah yang hadir dalam agenda Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengendalian Inflasi di Gedung Istana Negara Jakarta, Jumat. “Saya kira bapak ibu semua sudah dengar warning dari Sekjen PBB, bahwa dunia menuju ‘neraka iklim’. Suhu akan mencapai rekor tertinggi dalam lima tahun ke depan. Hati-hati,” katanya.

Presiden Jokowi mengatakan dalam satu tahun terakhir masyarakat Indonesia merasakan gelombang panas. Bahkan, di India menyentuh 50 derajat Celcius dan di Myanmar 45,8 derajat Celcius.

Berita Lainnya:
Jokowi Resmikan Pabrik Baterai EV Terbesar Hyundai, Siap Pasok untuk Mobil Kona Electric

Selain itu, kata Jokowi, Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) juga menyatakan pembiaran pada ancaman iklim panas dapat memicu kelaparan pada 2050. “Diperkirakan 50 juta petani akan kekurangan air, tidak ada air, dan akan masuk pada kekurangan pangan. Jangan main-main urusan kekeringan, jangan main-main urusan gelombang panas,” katanya.

Menurut Kepala Negara, situasi itu dapat berimplikasi pada laju inflasi nasional yang kini berada pada angka yang baik di kisaran 2,84 persen. Angka tersebut berpotensi terkerek naik, akibat produksi dan stok pangan yang kurang.

“Artinya, harga pasti akan naik, otomatis itu, hukum pasar yang seperti itu, dan itu adalah urusan kehidupan manusia. Begitu produksi, karena panas, urusan air tidak kita urus, produksi turun, stok menipis,” katanya.

Berita Lainnya:
Jokowi dan Iriana Nonton Langsung Laga Pembuka Piala Presiden Persib Vs PSM

Rentetan situasi itu, menurut Kepala Negara, perlu diantisipasi sejak dini. Untuk itu, dalam tiga bulan ke depan Presiden memerintahkan pemasangan 20 ribu pompa yang terkoneksi dengan sektor lahan pertanian, utamanya beras.

“Pompa dari sungai naikkan ke atas untuk mengairi sawah. Baik itu sungai besar, sungai sedang, maupun kecil. Semuanya memanfaatkan air, jangan biarkan air terus masuk ke laut,” kata Presiden.

 

sumber : Antara

Sumber: Republika


Reaksi & Komentar

الَّذِينَ ضَلَّ سَعْيُهُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَهُمْ يَحْسَبُونَ أَنَّهُمْ يُحْسِنُونَ صُنْعًا الكهف [104] Listen
[They are] those whose effort is lost in worldly life, while they think that they are doing well in work." Al-Kahf ( The Cave ) [104] Listen

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi