Minggu, 21/07/2024 - 20:35 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

NASIONAL
NASIONAL

Kader Asli PPP Tegaskan Terus Demo Sampai Mardiono Mundur

BANDA ACEH -Para kader PPP yang tergabung dalam Front Kader Kabah Bersatu (FKKB) tegas akan terus melakukan aksi damai menuntut Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum Muhamad Mardiono turun dan mengakui kegagalannya dalam memimpin partai kabah.

FKKB yang merupakan ader asli PPP tidak akan mundur walaupun ada pihak yang sengaja melakukan aksi tandingan dengan massa bayaran.

“Kami tidak akan pernah capek sampai Mardiono turun dari jabatannya. Mardino harus segera mundur agar manajemen kepemimpinan PPP kembali bisa tertata,” tegas Koordinator Aksi FKKB, Ichwan Zayadi dalam keterangannya, Sabtu (15/6).

Berita Lainnya:
Lima Orang Tewas dalam Kebakaran Gudang Perabotan di Bekasi

Ichwan juga meminta kepada para pimpinan majelis di DPP PPP untuk bertindak tegas memberhentikan Mardiono. Para pimpinan majelis itu di antaranya adalah Majelis Syariah, Majelis Pertimbangan, Majelis Pakar dan Majelis Kehormatan.

“Kami para kader meminta kepada para pimpinan Majelis yang merupakan para senior PPP untuk mencabut mandat Mardiono, karena kesalahannya sudah tidak bisa dimaafkan lagi,” tuturnya.

Berita Lainnya:
Kampus Keren Ini Bisa Jadi Pilihan Bagi Kamu yang Gagal UTBK SNBT

“Apalagi Mardiono tidak merasa bersalah dengan menyalahkan para Caleg yang sudah berjuang berjuang untuk mendapatkan suara untuk PPP,” jelas Ichwan.

Dia pun berterima kasih kepada kader PPP yang tergabung dalam Aksi FKKB pada Jumat (14/6), di depan Kantor DPP PPP, Menteng, Jakarta.

“Kami berterima kasih kepada semua pihak yang pendukung aksi ini untuk menuntut Mardiono yang selama ini tidak berkontribusi untuk menyelamatkan PPP,” pungkas Ichwan.


Reaksi & Komentar

فَضَرَبْنَا عَلَىٰ آذَانِهِمْ فِي الْكَهْفِ سِنِينَ عَدَدًا الكهف [11] Listen
So We cast [a cover of sleep] over their ears within the cave for a number of years. Al-Kahf ( The Cave ) [11] Listen

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi