Selasa, 23/07/2024 - 19:48 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

LIFESTYLE

Masak Daging Kambing Seperti Ini Bisa Picu Darah Tinggi, Sebaiknya Hindari

ADVERTISEMENTS
Selamat Hari Anak Nasional 23 Juli 2024 dari Bank Aceh Syariah

JAKARTA — Kambing menjadi salah satu hewan yang biasa dijadikan kurban pada Hari Raya Idul Adha. Namun demikian, sebagian masyarakat muslim kerap menghindari konsumsi daging kambing saat momen Idul Adha karena khawatir tekanan darahnya naik.

ADVERTISEMENTS
Selamat ulang tahun ke-57 Bapak Bustami, S.E., M.Si, Penjabat Gubernur Aceh

Lantas apakah betul daging kambing penyebab hipertensi? Dokter spesialis gizi klinik di RS Nasional Diponegoro (RSND), dr Annta Kern Nugrohowati, menjelaskan daging kambing sebetulnya tidak secara langsung menyebabkan kenaikan tekanan darah. Karena jika dibandingkan dengan daging sapi atau domba, daging kambing memiliki kandungan lemak yang lebih rendah.

ADVERTISEMENTS
Selamat Memperingati Hari Bhakti Adhyaksa 2024

Menurut dr Annta, per 100 gram daging kambing mengandung sekitar 3 gram lemak. Berbanding jauh dengan daging sapi yang per 100 gramnya mengandung 15 gram lemak, dan daging domba yang per 100 gramnya mengandung 21 gram lemak.

ADVERTISEMENTS
Selamat dan Sukses atas Perpanjangan masa Jabatan Muhammad Iswanto sebagai Pj Bupati Aceh Besar dari Bank Aceh Syariah

“Jadi ternyata memang, lemak yang ada dalam daging kambing itu malah lebih rendah dari jenis daging lainnya yang umum dikurbankan selama Hari Raya Idul Adha,” kata dr Annta dalam sebuah diskusi online yang ditayangkan di saluran YouTube RS Roemani Muhammadiyah, dikutip Ahad (16/6/2024).

Berita Lainnya:
Minum Air Galon Disebut Bisa Sebabkan Autisme, Fakta atau Hoaks?
ADVERTISEMENTS
Selamat Memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1446 Hijriah dari Bank Aceh Syariah

Dr Annta menjelaskan, penyebab daging kambing bisa menaikkan tekanan darah adalah karena proses memasaknya yang tidak tepat. Daging kambing sering kali diolah menjadi satai, yang sebelum dibakar dimarinasi terlebih dahulu dengan bumbu tertentu seperti kecap, garam, ketumbar, serta bawang merah/putih.

ADVERTISEMENTS
Selamat HUT Bhayangkara ke-78 tahun dari Bank Aceh Syariah 2024

Selama proses pembakaran, satai kambing juga kerap dioleskan bumbu marinasi lagi agar terasa lebih lezat. Menurut dr Annta, proses memasak seperti inilah yang bisa menaikkan tekanan darah.

ADVERTISEMENTS
Wifi Gratis untuk Rekening Baru di Bank Aceh Syariah

“Di garam dan kecap itu kan ada natriumnya. Dan biasanya saat bakar satai, bumbunya itu dioleskan secara berkali-kali, minimal dua kali. Artinya, kandungan natriumnya jadi tinggi. Ketika seseorang mengonsumsi daging kambing yang dimasak dengan cara tersebut, maka itulah yang menyebabkan kenaikan tekanan darah. Padahal kan orang-orang yang apalagi sudah ada riwayat darah tinggi, harus mengurangi konsumsi natrium,” kata dr Annta.

Berita Lainnya:
Manfaat Menakjubkan di Balik Makanan Kaya Antiokisdan
ADVERTISEMENTS
Bank Aceh Syariah Salurkan 212 Ekor Hewan Kurban kepada Warga Aceh 2024

Selain satai, mengolah daging kambing menjadi gulai juga bisa memicu kenaikan tekanan darah dalam tubuh. Dr Annta menjelaskan, gulai kambing biasanya dimasak dengan menggunakan santan dan proses masaknya cukup lama. Hal ini lah yang kemudian membuat gulai kambing mengandung lemak jenuh yang tinggi.

ADVERTISEMENTS
Sukseskan Hari Indonesia Menabung (HIM) dari Bank Aceh Syariah - 1 Juli 2024

“Jadi itulah, walaupun daging kambing lemaknya paling rendah, tapi pilihan cara memasak yang nantinya akan menyebabkan terjadinya perubahan yang justru tidak memberikan manfaat dari sisi kesehatan,” kata dr Annta.

 

Sumber: Republika

ADVERTISEMENTS
Bahagia itu Sederhana dari Bank Aceh Syariah


Reaksi & Komentar

وَعَرَضْنَا جَهَنَّمَ يَوْمَئِذٍ لِّلْكَافِرِينَ عَرْضًا الكهف [100] Listen
And We will present Hell that Day to the Disbelievers, on display - Al-Kahf ( The Cave ) [100] Listen

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi