Minggu, 21/07/2024 - 20:47 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

OTOMOTIF
OTOMOTIF

Skandal Sertifikasi Menghantui Akio Toyoda di Rapat Umum Pemegang Saham Toyota

Bos Toyota, Akio Toyoda kemungkinan akan mendapat tekanan berat bahkan penurunan dukungan dari pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pekan depan.

 JAKARTA — Bos Toyota, Akio Toyoda kemungkinan akan mendapat tekanan berat bahkan penurunan dukungan dari pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pekan depan. Hal ini karena skandal pelanggaran uji sertifikasi yang menghantam Toyota, Daihatsu dan Hino. 

Meskipun Toyoda tidak dalam bahaya besar untuk tidak terpilih kembali, kurangnya dukungan pemegang saham bisa memicu reformasi perusahaan.  RUPST tahun ini digelar di tengah-tengah skandal yang melibatkan pelanggaran uji sertifikasi di Toyota Grup. 

Penasihat proxy Institutional Sharholder Services Inc. dan Glass Lewis & Co, telah merekomendasikan agar Toyoda tidak dipilih kembali, dengan alasan kekhawatiran atas tata kelola dan independensi dewan. Skandal lain mengenai pelanggaran pengujian juga terungkap setelah rekomendasi tersebut.

Berita Lainnya:
Tertarik Meminang Hilux Rangga? Toyota Buka Layanan Pemesanan Awalnya, Begini Caranya

Pada tahun lalu, peringkat dukungan terhadap Toyoda turun menjadi 85 persen dari 96 persen pada tahun 2022. Namun, Toyoda hanya membutuhkan mayoritas untuk terpilih kembali dan meskipun ada skandal, bisnis Toyota tetap berjalan baik.

 

Apalagi Toyoda, cucu dari pendiri Toyota, telah menjabat sebagai dewan direksi sejak tahun 2000, menjadikannya direktur terlama.

“Saya tidak berasumsi Akio Toyoda-san tidak diangkat kembali,” kata James Hong, kepala penelitian mobilitas di Macquarie dikutip dari Reuters. “Hanya saja, turunnya tingkat persetujuan akan menjadi tanda bahaya bagi manajemen.”

Berita Lainnya:
Jokowi Resmikan Pabrik Baterai EV Terbesar Hyundai, Siap Pasok untuk Mobil Kona Electric

Hong menambahkan bahwa tindakan potensial dari Toyota untuk melawan kritik terhadap tata kelola dapat mencakup percepatan upayanya untuk mengurangi kepemilikan lintas saham, khususnya kepemilikan saham di perusahaan non-otomotif seperti perusahaan pembiayaan atau perusahaan telekomunikasi KDDI (9433.T).

Hasil pemungutan suara akan diumumkan pada hari Selasa, meskipun tingkat persetujuannya tidak akan diungkapkan hingga hari Rabu. ISS mempermasalahkan cara produsen mobil tersebut menangani penyimpangan sertifikasi dalam grup Toyota, dengan mengatakan bahwa Toyoda harus dianggap “bertanggung jawab” atas kesalahan tersebut.

sumber : Re

Sumber: Republika


Reaksi & Komentar

وَتَرَى الشَّمْسَ إِذَا طَلَعَت تَّزَاوَرُ عَن كَهْفِهِمْ ذَاتَ الْيَمِينِ وَإِذَا غَرَبَت تَّقْرِضُهُمْ ذَاتَ الشِّمَالِ وَهُمْ فِي فَجْوَةٍ مِّنْهُ ۚ ذَٰلِكَ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ ۗ مَن يَهْدِ اللَّهُ فَهُوَ الْمُهْتَدِ ۖ وَمَن يُضْلِلْ فَلَن تَجِدَ لَهُ وَلِيًّا مُّرْشِدًا الكهف [17] Listen
And [had you been present], you would see the sun when it rose, inclining away from their cave on the right, and when it set, passing away from them on the left, while they were [laying] within an open space thereof. That was from the signs of Allah. He whom Allah guides is the [rightly] guided, but he whom He leaves astray - never will you find for him a protecting guide. Al-Kahf ( The Cave ) [17] Listen

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi