Jumat, 26/07/2024 - 01:09 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

LINGKUNGAN

Lautan Kehilangan Dua Persen Oksigen, Apa Dampaknya?

ADVERTISEMENTS
Selamat Hari Anak Nasional 23 Juli 2024 dari Bank Aceh Syariah

 JAKARTA — Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan PBB (Unesco) melaporkan selama beberapa dekade terakhir, tingkat oksigen di seluruh dunia menurun. Fenomena ini mengancam ekosistem dan keanekaragaman hayati.

ADVERTISEMENTS
Selamat ulang tahun ke-57 Bapak Bustami, S.E., M.Si, Penjabat Gubernur Aceh

Laporan tersebut juga mengungkapkan terdapat ratusan “zona mati” atau wilayah maritim yang kehilangan seluruh biota laut karena turunnya atau hilangnya oksigen. Dikutip dari Nature World News, Selasa (18/6/2024) aktivitas manusia merupakan kontributor utama ancaman terhadap lingkungan dan ekosistem ini.

ADVERTISEMENTS
Selamat Memperingati Hari Bhakti Adhyaksa 2024

Laporan berdasarkan penelitian sejumlah ilmuwan ini merupakan tambahan dari laporan sebelumnya mengenai ancaman lain terhadap laut seperti pengasaman, polusi, dan perubahan iklim. Namun, turunnya tingkat oksigen di laut merupakan masalah yang lebih besar.

ADVERTISEMENTS
Selamat dan Sukses atas Perpanjangan masa Jabatan Muhammad Iswanto sebagai Pj Bupati Aceh Besar dari Bank Aceh Syariah

Penurunan tingkat oksigen di laut dapat meningkatkan tingkat kematian biota laut, mulai dari ikan kecil sampai mamalia laut besar. Oksigen merupakan unsur kimia yang penting bagi pertumbuhan dan kelangsungan hidup organisme hidup aerobik, termasuk sebagian besar hewan darat dan laut.

Berita Lainnya:
BMKG Tekankan Pentingnya Masyarakat Pahami Dampak Perubahan Iklim
ADVERTISEMENTS
Selamat Memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1446 Hijriah dari Bank Aceh Syariah

 

ADVERTISEMENTS
Selamat HUT Bhayangkara ke-78 tahun dari Bank Aceh Syariah 2024

Setelah bumi terbentuk sekitar 4,5 miliar tahun yang lalu, sebagian besar makhluk hidup bersifat anaerobik, yaitu organisme yang dapat hidup tanpa oksigen. Hingga Peristiwa Oksidasi Besar lebih dari 2 miliar tahun yang lalu memberikan peluang bagi organisme penghirup oksigen untuk berevolusi.

ADVERTISEMENTS
Wifi Gratis untuk Rekening Baru di Bank Aceh Syariah

Dalam laporan terbarunya pekan lalu, Unesco menyebut bahwa sejak 1960-an bumi kehilangan 2 persen oksigen laut dan ditemukan lebih dari 500 zona mati di sekitar daerah pesisir di seluruh dunia. Unesco juga menyoroti peristiwa deoksigenasi pada awal Juni ini, memperparah fenomena lain yang merusak lingkungan seperti kenaikan permukaan laut, pemanasan laut, dan hilangnya keanekaragaman hayati.

ADVERTISEMENTS
Bank Aceh Syariah Salurkan 212 Ekor Hewan Kurban kepada Warga Aceh 2024

Dalam siaran pers sebelumnya, Direktur Jenderal Unesco Audrey Azoulay meminta negara anggota Perjanjian Iklim Paris untuk mengambil tindakan untuk memulihkan kehidupan laut selain menjaga keanekaragaman hayati. Pernyataan ini disampaikan usai ilmuwan mengonirmasi penurunan tingkat oksigen mencekik spesies di daerah pesisir. Para peneliti juga mengatakan penurunan tingkat oksigen disebabkan pemanasan global dan polusi, termasuk limbah pertanian dan limbah air.

Berita Lainnya:
Museum Subak di Tabanan Jadi Pionir Pengguna Energi Bersih di Indonesia
ADVERTISEMENTS
Sukseskan Hari Indonesia Menabung (HIM) dari Bank Aceh Syariah - 1 Juli 2024

Penurunan tingkat oksigen berdampak pada berbagai spesies dan habitat alami dan ekosistemnya. Berdasarkan penelitian, ketidakseimbangan kadar oksigen atau deoksigenasi juga dapat menghambat pertumbuhan, mengubah perilaku dan meningkatkan kematian biota laut.

Deoksigenasi yang dilaporkan terjadi di Pesisir Teluk Texas pada 2023 menewaskan ribuan ikan. Polutan organik juga menyebabkan deoksigenasi.

Karena aktivitas mikroba yang tinggi, polutan di dalam air juga melepaskan amonia dan nutrisi mineral lainnya. Artinya, kombinasi faktor alam di tengah krisis iklim dan aktivitas industri manusia yang menyebabkan polusi dapat mempercepat laju deoksigenasi saat ini.

Ilmuwan memprediksi bila tidak ada langkah konkret yang dilakukan terutama berdasarkan Perjanjian Paris 2015, maka tren penurunan tingkat oksigen di laut ini akan berlanjut. 

Sumber: Republika

ADVERTISEMENTS
Bahagia itu Sederhana dari Bank Aceh Syariah


Reaksi & Komentar

قَالَ هَٰذَا فِرَاقُ بَيْنِي وَبَيْنِكَ ۚ سَأُنَبِّئُكَ بِتَأْوِيلِ مَا لَمْ تَسْتَطِع عَّلَيْهِ صَبْرًا الكهف [78] Listen
[Al-Khidh r] said, "This is parting between me and you. I will inform you of the interpretation of that about which you could not have patience. Al-Kahf ( The Cave ) [78] Listen

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi