Selasa, 23/07/2024 - 17:51 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

NASIONAL
NASIONAL

Suku Enggano Bengkulu Disebut-sebut Leluhur Mesir Kuno, Ada Kemiripan Bahasa

ADVERTISEMENTS
Selamat Hari Anak Nasional 23 Juli 2024 dari Bank Aceh Syariah

BANDA ACEH –  Meskipun tidak ada petunjuk pasti mengenai letak geografis Nusantara dalam catatan-catatan Mesir kuno, penelitian menunjukkan bahwa ekspedisi dagang ke Nusantara berangkat dari Laut Merah menuju ke arah Timur, melayari Samudra Hindia.Flora, fauna, dan komoditas perdagangan dari Nusantara, termasuk kemenyan, kayu Eboni, gading, kayu manis, dan senjata, digambarkan dalam catatan-catatan Mesir kuno.

ADVERTISEMENTS
Selamat ulang tahun ke-57 Bapak Bustami, S.E., M.Si, Penjabat Gubernur Aceh

Dengan banyaknya bukti yang menguatkan, dapat disimpulkan bahwa tanah asal bangsa Mesir adalah di Sumatera, tepatnya di Bengkulu, dan kemungkinan besar di Pulau Enggano.

ADVERTISEMENTS
Selamat Memperingati Hari Bhakti Adhyaksa 2024

Ratu Hatshepsut, seorang wanita yang memerintah Mesir kuno, adalah Firaun wanita dengan masa pemerintahan terpanjang dalam sejarah.

ADVERTISEMENTS
Selamat dan Sukses atas Perpanjangan masa Jabatan Muhammad Iswanto sebagai Pj Bupati Aceh Besar dari Bank Aceh Syariah

Selama 20 tahun pada abad ke-15 sebelum Masehi, ia berhasil memerintah Mesir.

ADVERTISEMENTS
Selamat Memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1446 Hijriah dari Bank Aceh Syariah

Namun, selain keberhasilannya dalam memerintah, Hatshepsut juga membuka hubungan antara Mesir kuno dan Nusantara.

ADVERTISEMENTS
Selamat HUT Bhayangkara ke-78 tahun dari Bank Aceh Syariah 2024

Relief dan catatan di dinding kuil yang dibangunnya mengindikasikan bahwa leluhur Mesir berasal dari tanah Nusantara, sebuah fakta sejarah yang belum pernah terungkap sebelumnya.

Berita Lainnya:
Menkominfo Budi Arie Kabur Usai Dipanggil Jokowi ke Istana
ADVERTISEMENTS
Wifi Gratis untuk Rekening Baru di Bank Aceh Syariah

Bagaimana hubungan Mesir kuno dengan tanah Nusantara?

ADVERTISEMENTS
Bank Aceh Syariah Salurkan 212 Ekor Hewan Kurban kepada Warga Aceh 2024

Apa bukti yang menegaskan bahwa Nusantara adalah tanah leluhur bangsa Mesir kuno?

ADVERTISEMENTS
Sukseskan Hari Indonesia Menabung (HIM) dari Bank Aceh Syariah - 1 Juli 2024

Tanah para dewa, sebuah sejarah peradaban Mesir Kuno, tercatat sebagai salah satu yang tertua di dunia.

ADVERTISEMENTS
Bebas Antri! Bayar Tagihan PDAM pakai Action langsung Beres

Peradaban ini telah memiliki kebudayaan maju, bahkan sebelum peradaban Yunani dan Romawi.

Dikenal sebagai salah satu peradaban awal yang mengenal tulis-menulis, catatan sejarah dari bangsa Mesir kuno tergolong lengkap, termasuk keberadaan wilayah di luar Mesir kuno yang sangat penting bagi mereka.

Tanah Nusantara, disebut sebagai “Tanah Para Dewa”, memiliki arti penting bagi masyarakat Mesir kuno sebagai tanah leluhur dan sebagai tujuan perdagangan utama.

Ekspedisi perdagangan reguler Mesir ke Nusantara dilakukan oleh berbagai penguasa Mesir dari dinasti yang berbeda.

Mengengenai petunjuk pasti, tidak ada yang menyebutkan letak giografis nusantara dalam catatan -catatan mesir kuno.

NAmun penelitian menunjukan ekspedisi dagang bangsa mesir kuno adalah ke Nusantara, berangkat dari Laut Merah menuju ke arah Timur, melayari Samudra Hindia.

Berita Lainnya:
Habib Rizieq Kaget Eks Bos Judi Diangkat Jadi Wantimpres: Opo Iki? Kunaon Iyeu? Kacau!

Flora, fauna, dan komoditas perdagangan dari Nusantara, termasuk kemenyan, kayu Eboni, gading, kayu manis, dan senjata, digambarkan dalam catatan-catatan Mesir kuno.

Ratu Hatshepsut, sebagai putri dari Firaun Thutmose I, membangun kompleks kuil dan makam Deir el-Bahari, yang merupakan salah satu kuil paling indah di Mesir.

Relief-relief di kuil tersebut mengilustrasikan hubungan antara Mesir kuno dan Nusantara.

Bangunan-bangunan di Nusantara mirip dengan rumah tradisional suku Enggano di Bengkulu, khususnya Pulau Enggano.

Selain itu, beberapa kosakata Mesir kuno mirip dengan bahasa Sukure Rejang di Bengkulu.

Dengan banyaknya bukti yang menguatkan, dapat disimpulkan bahwa tanah asal bangsa Mesir adalah di Sumatera, tepatnya di Bengkulu, dan kemungkinan besar di Pulau Enggano.

Fakta bahwa leluhur bangsa Mesir disebutkan berasal dari Atlantis juga memperkuat hipotesis bahwa

Atlantis adalah wilayah yang sama dengan Nusantara, mengingat bahwa Sumatera dulunya merupakan bagian dari wilayah Sundaland.

ADVERTISEMENTS
Bahagia itu Sederhana dari Bank Aceh Syariah


Reaksi & Komentar

الْمَالُ وَالْبَنُونَ زِينَةُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ وَالْبَاقِيَاتُ الصَّالِحَاتُ خَيْرٌ عِندَ رَبِّكَ ثَوَابًا وَخَيْرٌ أَمَلًا الكهف [46] Listen
Wealth and children are [but] adornment of the worldly life. But the enduring good deeds are better to your Lord for reward and better for [one's] hope. Al-Kahf ( The Cave ) [46] Listen

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi