Jumat, 26/07/2024 - 01:20 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

ISLAM

Tiga Tahap Meraih Kesucian Jiwa

ADVERTISEMENTS
Selamat Hari Anak Nasional 23 Juli 2024 dari Bank Aceh Syariah

JAKARTA — Setiap orang tidak hanya memerlukan kesehatan fisik, tetapi juga psikis atau spiritual. Sering kali, kondisi jiwa yang tertekan akan menjauhkan seseorang dari kebahagiaan walaupun ia memiliki tubuh yang bugar. Sebaliknya, seorang yang mengidap sakit mungkin saja bertahan selama dirinya merasakan ketenteraman batin.

ADVERTISEMENTS
Selamat ulang tahun ke-57 Bapak Bustami, S.E., M.Si, Penjabat Gubernur Aceh

Apabila diandaikan, jiwa manusia laksana air dalam bejana. Apa saja yang masuk ke dalam air bersih akan dengan mudah terlihat dan dikenali. Sebaliknya, benda yang masuk ke dalam air kotor akan sukar terdeteksi. Seseorang akan memiliki jiwa yang pekat jika ia terus menerus melakukan maksiat. Cahaya hidayah Allah akan sulit menembusnya.

ADVERTISEMENTS
Selamat Memperingati Hari Bhakti Adhyaksa 2024

Berikut ini tiga jalan sufistik untuk mencapai kesucian jiwa.

ADVERTISEMENTS
Selamat dan Sukses atas Perpanjangan masa Jabatan Muhammad Iswanto sebagai Pj Bupati Aceh Besar dari Bank Aceh Syariah

Takhalli

ADVERTISEMENTS
Selamat Memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1446 Hijriah dari Bank Aceh Syariah

 

ADVERTISEMENTS
Selamat HUT Bhayangkara ke-78 tahun dari Bank Aceh Syariah 2024

Dalam dunia tasawuf, ada tiga metode untuk seorang Muslim bisa merasakan ketenteraman batin, yakni takhalli, tahalli, dan tajalli. Yang pertama itu berarti membersihkan atau mengosongkan jiwa. Bila dihubungkan dengan pengibaratan di atas, noda-noda dalam bejana air harus dibuang terlebih dahulu. Kalau air itu sudah terlanjut keruh sekali, buang seluruhnya. Isilah kembali bejana dengan air yang murni.

Berita Lainnya:
Pesan Rasulullah untuk Umatnya Hadapi Dunia
ADVERTISEMENTS
Wifi Gratis untuk Rekening Baru di Bank Aceh Syariah

Tiap jiwa manusia diilhami dua kecenderungan, yakni ketakwaan dan kejahatan. “Demi jiwa dan penyempurnaan (ciptaan)nya, maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya, sesungguhnya beruntunglah orang yang menyucikan jiwa itu” (QS asy-Syams: 7-9). Bila condong pada kefasikan, jiwanya telah mengandung banyak kotoran, semisal terlampau cinta dunia (hubbud dunya), panjang angan-angan (thulu al-amal), dan lain-lain.

ADVERTISEMENTS
Bank Aceh Syariah Salurkan 212 Ekor Hewan Kurban kepada Warga Aceh 2024

Tahalli

ADVERTISEMENTS
Sukseskan Hari Indonesia Menabung (HIM) dari Bank Aceh Syariah - 1 Juli 2024

Metode kedua ialah tahalli. Maksudnya, memperindah jiwa. Sering kali, manusia terlalu sibuk memperbaiki aspek-aspek fisik dari penampilannya. Ia pun melupakan perlunya memperbaiki jiwa.

Bila diartikan secara empiris saja, tahalli semakna dengan bersolek di depan cermin. Orang yang melakukannya ingin tampil maksimal. Wajahnya dirawat hingga mulus. Rambutnya ditata rapi dan berkilau.

Berita Lainnya:
Umar bin Khattab Pecat Pejabat yang Bertambah Kaya

Tidak ada yang salah dari keindahan penampilan. Akan tetapi, jangan sampai melalaikan diri dari tugas utama manusia, yakni menyembah Allah SWT. Seseorang yang sudah ber-tahalli tidak akan membiarkan jiwanya lepas dari dzikrullah. Nabi SAW bersabda, “Sungguh, Allah tidak melihat pada bentuk dan harta kalian, tetapi pada hati dan amal kalian.”

Tajalli

Akhirnya, sampailah pada fase “tertinggi”, yakni tajalli. Dalam terminologi sufi, konsep itu berarti menautkan hati dan pikiran kepada Allah Ta’ala saja. Seorang hamba yang mencapai tahap ini berupaya agar jiwanya suci dari hal-hal yang menjauhkannya dari Allah. Dalam pandangan (mata) batinnya, hanya Allah sumber dan tujuan segala-galanya. Semua keindahan bermuara kepada-Nya. Semua kemuliaan adalah milik-Nya. Semua kasih sayang adalah karunia-Nya. Tidak ada satu pun yang lepas dari kekuasaan-Nya. Hanya kepada-Nya, seorang insan menggantungkan rindu, takut, dan harapan.

 

Sumber: Republika

ADVERTISEMENTS
Bahagia itu Sederhana dari Bank Aceh Syariah


Reaksi & Komentar

أَوْ يُصْبِحَ مَاؤُهَا غَوْرًا فَلَن تَسْتَطِيعَ لَهُ طَلَبًا الكهف [41] Listen
Or its water will become sunken [into the earth], so you would never be able to seek it." Al-Kahf ( The Cave ) [41] Listen

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi