Selasa, 23/07/2024 - 19:39 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

ISLAM

Jejak Keharmonisan Muslim Makassar dan Aborigin Sebelum Bangsa Eropa Sampai Australia

ADVERTISEMENTS
Selamat Hari Anak Nasional 23 Juli 2024 dari Bank Aceh Syariah

  JAKARTA — Nelayan Muslim dari wilayah Indonesia pertama kali berlabuh di pantai Australia diperkirakan pada abad ke-17. Hal tersebut terekam dalam lukisan pada dinding batu yang dibuat penduduk asli Australia.

ADVERTISEMENTS
Selamat ulang tahun ke-57 Bapak Bustami, S.E., M.Si, Penjabat Gubernur Aceh

Lukisan tersebut menggambarkan sejumlah kapal dari Makassar berlayar ke pantai Arnhem Land di wilayah utara Benua Australia. Dalam lukisan tergambarkan metode penangkapan ikan, perahu-perahu dari Makassar, sejumlah suku dan penduduk asli beserta senjata dan kapal-kapalnya.

ADVERTISEMENTS
Selamat Memperingati Hari Bhakti Adhyaksa 2024

Banyak yang memperkirakan nelayan Muslim dari Makassar sudah berlabuh di pantai Australia sebelum abad ke-17. Beberapa sejarawan memang mengatakan para nelayan Makassar sampai di Australia pada tahun 1750-an. Tetapi berdasarkan penanggalan radiokarbon pada lukisan di dinding gua menunjukkan lukisan tersebut dibuat sebelum tahun 1664 atau awal tahun 1500-an.

ADVERTISEMENTS
Selamat dan Sukses atas Perpanjangan masa Jabatan Muhammad Iswanto sebagai Pj Bupati Aceh Besar dari Bank Aceh Syariah

Buku Muslim Melayu Penemu Australia yang ditulis DR Teuku Chalidin Yacob terbitan MINA Publishing House tahun 2016 menjelaskan, dalam beberapa literatur Australia, Makassar disebut Macassan oleh orang Aborigin. Menurutnya, nelayan Makassar berlabuh di pantai Australia sekitar awal abad ke-15, jauh sebelum kedatangan bangsa penjajah dari Eropa ke Benua Australia.

Berita Lainnya:
Rasulullah tak Hijrah di Bulan Muharram?
ADVERTISEMENTS
Selamat Memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1446 Hijriah dari Bank Aceh Syariah

 

ADVERTISEMENTS
Selamat HUT Bhayangkara ke-78 tahun dari Bank Aceh Syariah 2024

Sejarawan Australia dari Universitas Griffith, Profesor Regina Ganter dalam bukunya Mixed Relationa: Asian-Aborginal Contact in North Australia juga menyatakan kedatangan Muslim Melayu ke Australia sejak tahun 1650. Mereka membangun industri pengolahan Teripang atau timun laut di wilayah utara Australia.

ADVERTISEMENTS
Wifi Gratis untuk Rekening Baru di Bank Aceh Syariah

Chalidin dalam bukunya mengatakan, keberadaan Muslim Melayu di pantai Australia sebenarnya dalam misi perdagangan internasional. Mereka mencari Teripang di Perairan Utara Australia, kemudian hasilnya dijual ke Cina Selatan. Teripang biasanya digunakan untuk bahan dasar obat-obatan dan makanan.

ADVERTISEMENTS
Bank Aceh Syariah Salurkan 212 Ekor Hewan Kurban kepada Warga Aceh 2024

Namun, orang-orang Makassar di Australia tidak hanya mengambil Teripang untuk dijual. Mereka juga mengenalkan sejumlah barang-barang yang tergolong baru kepada masyarakat Aborigin, penghuni asli daratan Australia.

ADVERTISEMENTS
Sukseskan Hari Indonesia Menabung (HIM) dari Bank Aceh Syariah - 1 Juli 2024

Para pelaut Bugis dari Makassar berlayar menuju perairan utara Australia setiap bulan Desember. Mereka berlabuh di sekitar pantai dan mendirikan tenda. Kemudian mereka mencari dan mengeringkan Teripang. Para pelaut Muslim itu dibantu orang-orang Aborigin melakukan proses penangkapan Teripang. Mereka juga membeli Teripang dari orang-orang Aborigin. 

Berita Lainnya:
DKPP Sebut Ketua KPU Paksa Berhubungan Badan, Ini Cara Mengendalikan Nafsu dalam Islam

Situs Boundless Plains: The Australian Muslim Connection juga menyampaikan, para nelayan Muslim Makassar berlayar menggunakan perahu di sepanjang pantai utara dan barat laut Australia untuk mencari Teripang. Perahu merupakan sejenis kapal layar yang berasal dari Indonesia, biasanya memiliki layar berbentuk segitiga dan cadik. Para pedagang Muslim dari Makassar di Arnhem Land memperkenalkan sejumlah kata, seperti kata rupiah yang artinya uang. Interaksi lintas budaya tersebut berlangsung selama lebih dari tiga abad. 

Pada periode itu menjadi awal pertemuan penduduk asli Australia dengan para pelaut Muslim dari Makassar yang membawa budaya, tradisi dan agama. Menurut Sejarawan Australia, Peter G Spillet, pada periode itu terjadi kontak budaya antara Muslim Makassar dan Aborigin. 

 

Lihat halaman berikutnya >>>

 

 

Sumber: Republika

ADVERTISEMENTS
Bahagia itu Sederhana dari Bank Aceh Syariah


Reaksi & Komentar

وَأَمَّا الْغُلَامُ فَكَانَ أَبَوَاهُ مُؤْمِنَيْنِ فَخَشِينَا أَن يُرْهِقَهُمَا طُغْيَانًا وَكُفْرًا الكهف [80] Listen
And as for the boy, his parents were believers, and we feared that he would overburden them by transgression and disbelief. Al-Kahf ( The Cave ) [80] Listen

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi