Minggu, 21/07/2024 - 09:30 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

LIFESTYLE

Tak Cuma Korea Selatan, Ini Daftar 20 Negara yang Populasi Penduduknya Menurun Tajam

 JAKARTA— Korea Selatan darurat demografi. Pengumuman ini dideklarasikan langsung Presiden Yoon Suk Yeol pada Rabu (19/6/2024).

Dia menyatakan Korea Selatan berada dalam “darurat demografi nasional ” akibat menurunnya populasi, seraya berjanji melakukan segala upaya untuk mengatasi tingkat kelahiran yang sangat rendah di negara itu.

Pernyataan tersebut disampaikan Yoon dalam pertemuan komite kepresidenan mengenai rendahnya angka kelahiran dan populasi menua di tengah prospek suram dan peringatan bahwa populasi Korea Selatan pada akhirnya bisa punah kecuali trennya dibalik.

“Hari ini, saya secara resmi mendeklarasikan darurat demografi nasional. Kami akan mengaktifkan sistem respons komprehensif antar-pemerintah hingga masalah rendahnya angka kelahiran dapat teratasi,” kata Yoon dalam pertemuan yang diadakan di pusat penitipan anak di Pusat Penelitian dan Pengembangan HD Hyundai di Seongnam, selatan Seoul.

 

Tingkat kesuburan total Korea Selatan atau jumlah rata-rata anak yang dilahirkan seorang wanita sepanjang hidupnya, turun ke titik terendah baru yaitu 0,72 pada 2023, jauh di bawah tingkat penggantian sebesar 2,1 yang diperlukan untuk mempertahankan populasi negara tersebut pada angka 51 juta.

Pemerintah telah mencoba berbagai insentif untuk membantu memikat keluarga agar memiliki anak selama satu dekade terakhir, namun sejumlah faktor, termasuk harga rumah yang mahal, biaya pendidikan dan jam kerja yang panjang, telah membuat kaum muda enggan untuk memulai keluarga dan memiliki bayi.

Berita Lainnya:
Konsumsi Air Galon Bisa Sebabkan Autisme, Fakta atau Hoaks?

Yoon menguraikan tiga bidang utama yang fokus pada keseimbangan pekerjaan dan kehidupan, peningkatan perawatan anak, dan penyediaan perumahan yang lebih baik untuk mengatasi masalah yang kompleks.

Ternyata selain Korea Selatan, terdapat negara-negara yang mengalami penyusutan populasi. Mengutip World Population Review, berikut ini daftar 20 negara dengan penurunan tajam populasi penduduknya:

1. Bulgaria

Populasi Bulgaria diperkirakan akan menurun sebesar 22,5 persen dari 6,9 juta pada 2020 menjadi 5,4 juta pada tahun 2050. Migras secara massal adalah kontributor terbesar terhadap penurunan populasi Bulgaria

2. Lithuania

Populasi Lithuania diproyeksikan menyusut sebesar 22,1 persen selama tiga dekade ke depan. Populasi diperkirakan akan menyusut dari 2,7 juta menjadi 2,1 juta orang. Seperti Bulgaria, penurunan populasi terbesar di Lithuania disebabkan oleh migrasi massal

3. Latvia

Latvia memperkirakan akan terjadi penurunan populasi sebesar 21,6 persen antara 2020 dan 2050. Latvia telah kehilangan sekitar seperlima populasinya sejak bergabung dengan Uni Eropa pada Mei 2004. Hilangnya populasi Latvia disebabkan oleh migrasi ekonomi dan tingkat kelahiran yang rendah

4. Ukraina

Populasi Ukraina diproyeksikan turun dari 43,7 juta pada 2020 menjadi 35,2 juta pada 2050, sebuah penurunan sebesar 19,5 persen. Tingkat emigrasi yang tinggi ditambah dengan tingkat kematian yang tinggi dan tingkat kelahiran yang rendah menjadi penyebab hilangnya populasi Ukraina.

Berita Lainnya:
Gebrakan Korea Selatan Atasi Tingkat Kelahiran Rendah; Bikin Kementerian Khusus

Angka kelahiran di negara ini adalah 9,2 kelahiran per 1.000 orang dan angka kematiannya sebanyak 15,2 kematian per 1.000 orang. Ini belum lagi ditambah dengan peperangan yang semakin memperparah keadaan di atas.

5. Serbia

Populasi Serbia diperkirakan akan menurun dari 8,7 juta menjadi 7,1 juta selama 30 tahun ke depan. Ini adalah penurunan sekitar 18,9 persen.

Banyak pekerja berpendidikan tinggi dan terampil di Serbia telah meninggalkan negara ini untuk mencari peluang kerja yang lebih baik karena hanya ada sedikit peluang kerja di Serbia. Tingkat migrasi yang tinggi dibarengi dengan tingkat kesuburan yang rendah.

6. Bosnia dan Herzegovina

Populasi diproyeksikan menurun sebesar 18,2 persen, menyusut dari 3,3 juta pada 2020 menjadi 2,7 juta pada tahun 2050. Tingkat kesuburan Bosnia dan Herzegovina jauh di bawah tingkat penggantian populasi 2,1 kelahiran per wanita, yaitu 1,26 kelahiran per wanita

7. Kroasia

Populasi Kroasia diperkirakan akan menyusut sebesar 18,0 persen. Populasi diproyeksikan turun dari 4,1 juta menjadi 3,4 juta selama 30 tahun ke depan. Populasi mencapai puncaknya pada tahun 1991 di angka 4,78 juta tetapi telah menurun sejak saat itu karena tingkat kelahiran yang rendah dan populasi yang menua.

1 2

Reaksi & Komentar

قَيِّمًا لِّيُنذِرَ بَأْسًا شَدِيدًا مِّن لَّدُنْهُ وَيُبَشِّرَ الْمُؤْمِنِينَ الَّذِينَ يَعْمَلُونَ الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ أَجْرًا حَسَنًا الكهف [2] Listen
[He has made it] straight, to warn of severe punishment from Him and to give good tidings to the believers who do righteous deeds that they will have a good reward Al-Kahf ( The Cave ) [2] Listen

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi