Jumat, 19/07/2024 - 14:57 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

LIFESTYLE

Osteoporosis Intai Wanita Menopause? Atasi dengan Latihan, Kalsium, dan Vitamin D

JAKARTA — Menopause, fase alami dalam kehidupan wanita, menandai berakhirnya menstruasi dan kesuburan. Di balik proses biologis ini, tersimpan risiko kesehatan yang tak boleh diabaikan yaitu osteoporosis.

Osteoporosis adalah kondisi di mana kepadatan tulang menurun, membuatnya rapuh dan mudah patah. Bagi wanita, menopause menjadi faktor risiko utama osteoporosis karena penurunan kadar estrogen secara drastis. Estrogen berperan penting dalam menjaga kesehatan tulang.

Dokter spesialis obstetri (kandungan) dan ginekologi (fungsi tubuh perempuan) Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Limijati, Bandung, Prof Dr Tono Djuwantono menyarankan perempuan yang telah memasuki siklus menopause atau mati haid lebih sering latihan beban serta mengonsumsi kalsium dan vitamin D agar terhindar dari pengeroposan tulang atau osteoporosis.

“Pada wanita menopause penting untuk tidak hanya latihan fisik, tetapi juga latihan beban, jangan sampai ototnya mengecil, karena kalau kurang gerak ototnya mengecil, sehingga bisa osteoporosis. Hampir pasti menopause akan diikuti osteoporosis, untuk itu konsumsi kalsium dan vitamin D juga penting,” kata Tono dalam diskusi bersama Kepala BKKBN dr Hasto Wardoyo yang diikuti dalam jaringan di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Berita Lainnya:
Perbedaan Kebahagiaan dan Kepuasan Menurut Psikiater, Serupa tapi tak Sama

 

Ia menjelaskan, siklus menopause di setiap perempuan berbeda-beda, dan bagi yang berhasil merawat tubuhnya dengan baik dengan latihan fisik dan menjaga nutrisi tubuh, maka siklus produktifnya bisa lebih lama. “Semakin dipertahankan tubuhnya dengan baik, itu makin lama (menopause) ada juga orang-orang yang ternyata siklus menopause-nya lebih panjang, itu biasanya orang-orang dengan cadangan sel telur banyak, atau punya riwayat gangguan hormon (PCOS),” ujarnya.

Dia mengingatkan, ibu-ibu yang ada di fase menopause lebih rentan terkena penyakit jantung dan diabetes, sehingga penting untuk berlatih beban demi mempertahankan massa otot. “Menurut jurnal, orang yang ototnya dipertahankan, diabetesnya bisa dicegah, karena dengan otot yang terus terjaga, di dalam otot itu banyak reseptor dari insulin. Jadi insulinnya aktif dan bekerja, kalau tidak bekerja atau kurang aktif, reseptor insulin banyak rusak, sehingga mudah terjadi resistensi insulin dan gula darah naik,” ujarnya.

Berita Lainnya:
Studi: Sauna Bantu Cegah Kenaikan Berat Selama Menopause

Selain latihan beban dan konsumsi vitamin D, ia juga menyarankan terapi sulih hormon atau pengobatan yang mengandung hormon perempuan progesteron dan estrogen apabila memang diperlukan. “Apabila hormon itu diperlukan, boleh terapi hormon, dan yang dipilih tergantung penilaiannya pada seorang perempuan, hormon apa yang dibutuhkan, dan dosisnya berapa yang paling cocok untuk dia,” ucapnya.

Ia juga mengemukakan, perempuan dengan gejala vasomotor, atau rasa panas dari dada hingga ke atas yang dialami ketika menopause, sudah bisa diterapi dengan hormon.

“Kalau yang punya gejala vasomotor, bisa terapi sulih, tetapi apakah estrogen atau progesteron tergantung dengan kemauan dan kebutuhan pasien, kalau ada yang punya riwayat kanker, bisa pakai jenis yang progesteron saja, ada juga yang sudah tidak ada uterusnya, tidak perlu progesteron lagi, estrogen saja cukup,” kata dia.

Dia menekankan, khusus untuk terapi sulih hormon, harus konsultasi terlebih dahulu dengan dokter kandungan.

sumber : Antara

Sumber: Republika


Reaksi & Komentar

فَانطَلَقَا حَتَّىٰ إِذَا رَكِبَا فِي السَّفِينَةِ خَرَقَهَا ۖ قَالَ أَخَرَقْتَهَا لِتُغْرِقَ أَهْلَهَا لَقَدْ جِئْتَ شَيْئًا إِمْرًا الكهف [71] Listen
So they set out, until when they had embarked on the ship, al-Khidh r tore it open. [Moses] said, "Have you torn it open to drown its people? You have certainly done a grave thing." Al-Kahf ( The Cave ) [71] Listen

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi