Selasa, 16/07/2024 - 22:31 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

ISLAM

Sukar Dipercaya! Teknologi Teleportasi Lelaki Misterius Era Nabi Sulaiman

JAKARTA — Manusia belum dapat menciptakan teknologi teleportasi. Hanya, pengiriman benda-benda dari jarak jauh dalam sekejap itu sudah bisa kita saksikan dalam film-film fiksi ilmiah. Dari Star Trek hingga kartun Doraemon memperkenalkan kepada kita apa dan bagaimana teleportasi tersebut. 

Teknologi berbasis digital sudah menunjukkan gejala teleportasi. Kecepatan manusia berhubungan dengan manusia lain yang berada di negara nun jauh disana via internet merupakan praktik pengiriman data supercepat melalui jarak ribuan kilometer. Saat ini pun kita bisa berkomunikasi secara digital dengan telepon seluler. Adanya teknologi meta membawa manusia ke alam baru yakni metaverse. Teknologi yang menghadirkan manusia di alam digital.

Kembali ke soal teleportasi, nenek moyang manusia dengan kecerdasannya sudah bisa melakukan hal tersebut. Hal ini sebagaimana yang dikisahkan dalam Alquran.

“Berkata Sulaiman, “Hai pembesar-pembesar, siapakah di antara kamu yang sanggup membawa singgasananya kepadaku sebelum mereka datang kepadaku sebagai orang yang berserah diri.” Berkata Ifrit (yang cerdik) dari golongan jin. “Aku akan datang kepadamu dengan membawa singgasana itu kepadamu sebelum kamu berdiri dari tempat dudukmu; Sesungguhnya aku benar-benar kuat untuk membawanya lagi dapat dipercaya. “Berkatalah seorang yang mempunyai  ilmu dari Al Kitab, “Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip (QS An-Naml 27:38-40).

 

Alquran memperkenalkan teknologi teleportasi lewat kisah Nabi Sulaiman dalam tiga ayat di atas. Dikutip dari Percikan  Sains dalam  Alquran karya Bambang Pranggono, kisah tersebut berawal dari laporan burung hudhud yang mengabarkan adanya ratu di Negeri Saba yang masih menyembah matahari. Ratu itu pun memiliki singgasana yang agung.

Nabi Sulaiman  lalu memerintahkan kepada para pembesar untuk memindahkan singgasana itu sebelum rombongan ratu tiba ke istananya. Dikisahkan, ratu harus menempuh jarak 2000 km dari Yaman ke Yerussalem. 

Ifrit, jin yang cerdik kemudian menyanggupi untuk memindahkan singgasana itu dalam tempo beberapa detik. Selama gerakan orang bangkit berdiri dari duduk. Namun, seorang manusia yang berilmu (dari Kitab Suci) menyanggupinya untuk memindahkan singgasana itu lebih cepat dalam kedipan mata.

Selanjutnya…

Sumber: Republika


Reaksi & Komentar

وَاضْرِبْ لَهُم مَّثَلَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا كَمَاءٍ أَنزَلْنَاهُ مِنَ السَّمَاءِ فَاخْتَلَطَ بِهِ نَبَاتُ الْأَرْضِ فَأَصْبَحَ هَشِيمًا تَذْرُوهُ الرِّيَاحُ ۗ وَكَانَ اللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ مُّقْتَدِرًا الكهف [45] Listen
And present to them the example of the life of this world, [its being] like rain which We send down from the sky, and the vegetation of the earth mingles with it and [then] it becomes dry remnants, scattered by the winds. And Allah is ever, over all things, Perfect in Ability. Al-Kahf ( The Cave ) [45] Listen

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi