Selasa, 23/07/2024 - 18:28 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

LIFESTYLE

Tanaman Kratom, Si ‘Daun Ajaib’ dengan Segala Manfaat dan Kontroversinya

ADVERTISEMENTS
Selamat Hari Anak Nasional 23 Juli 2024 dari Bank Aceh Syariah

JAKARTA — Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah  menginstruksikan Kementerian Kesehatan, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) meneliti lebih lanjut manfaat tanaman kratom. Pasalnya tanaman itu disebut memiliki kandungan narkotika.

ADVERTISEMENTS
Selamat ulang tahun ke-57 Bapak Bustami, S.E., M.Si, Penjabat Gubernur Aceh

“Presiden menekankan yang perlu dioptimalisasi adalah asas manfaat kratom itu,” kata Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko usai mengikuti rapat terbatas yang dipimpin Presiden Jokowi tentang legalisasi kratom di Istana Kepresidenan, Jakarta, pekan lalu.

ADVERTISEMENTS
Selamat Memperingati Hari Bhakti Adhyaksa 2024

Dalam ratas tersebut, ujar Moeldoko, dibahas temuan Kementerian Kesehatan bahwa kratom tidak termasuk kategori narkotika yang berbahaya dan dapat dimanfaatkan antara lain untuk pereda nyeri. Namun, pemerintah masih menunggu hasil riset lanjutan dari BRIN yang ditargetkan selesai pada Agustus mendatang.

ADVERTISEMENTS
Selamat dan Sukses atas Perpanjangan masa Jabatan Muhammad Iswanto sebagai Pj Bupati Aceh Besar dari Bank Aceh Syariah

Sebenarnya, apa itu tanaman kratom? Kratom memiliki nama lain Mitragyna speciosa merupakan tanaman asal Asia Tenggara yang termasuk ke dalam genus Mitragyna dan memiliki sejarah panjang dalam pemanfaatan tradisional. Kratom adalah tanaman asli Thailand, Malaysia, Indonesia, dan Papua Nugini dan dikonsumsi untuk menimbulkan berbagai efek mental dan fisik seperti sedasi dan kepala pusing. Tanaman kratom dapat dikonsumsi dalam bentuk daun yang sudah dihancurkan, teh, kapsul, atau bubuk.

Berita Lainnya:
Mata Sehat Bebas Iritasi, Ini Cara Merawat Lensa Kontak Agar Terhindar dari Masalah
ADVERTISEMENTS
Selamat Memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1446 Hijriah dari Bank Aceh Syariah

 

ADVERTISEMENTS
Selamat HUT Bhayangkara ke-78 tahun dari Bank Aceh Syariah 2024

Beberapa abad yang lalu, tanaman kratom banyak digunakan untuk menangani diare, nyeri, serta mendetoksifikasi tubuh dan mengurangi rasa lelah. Namun sekarang, dilansir laman Forbes Health, survei menunjukkan bahwa pengguna kratom mengonsumsi tanaman ini sebagai pengobatan tanpa resep dokter untuk mengatasi nyeri, gangguan opioid, depresi, dan kecemasan, meskipun penggunaan ini atau penggunaan lainnya tidak disetujui oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA).

ADVERTISEMENTS
Wifi Gratis untuk Rekening Baru di Bank Aceh Syariah

Saat ini, tanaman kratom legal di Amerika Serikat meskipun masih ada beberapa negara bagian lainnya yang menunggu langkah-langkah legislatif terkait penjualan kratom. FDA juga telah mengeluarkan peringatan untuk tidak mengonsumsi kratom karena khawatir dengan efek tanaman tersebut yang dapat membuat penggunanya berisiko kecanduan, penyalahgunaan, dan ketergantungan. Dua senyawa aktif utama Kratom adalah mitragynine dan 7-hydroxymitragynine, yang berikatan dengan reseptor opioid tubuh dan menghasilkan efek mirip morfin. Pengguna tanaman kratom biasanya sedasi, euforia, menurunkan pernapasan dan beberapa gejala lainnya.

Berita Lainnya:
Atlet yang Rajin Olahraga Juga Bisa Alami Henti Jantung, Dokter Beri Penjelasan
ADVERTISEMENTS
Bank Aceh Syariah Salurkan 212 Ekor Hewan Kurban kepada Warga Aceh 2024

“Kami juga melihat beberapa kebingungan psikiatris dengan penggunaan kratom,” kata psikiater bersertifikat dan kepala petugas medis di Mountainside Treatment Center di Connecticut, Randall Dwenger.

ADVERTISEMENTS
Sukseskan Hari Indonesia Menabung (HIM) dari Bank Aceh Syariah - 1 Juli 2024

Menurut Direktur Klinis Harmony Place (pusat pengobatan dan pemulihan kecanduan di Woodland Hills, California), David Cohen, efek tanaman kratom pada tubuh juga bergantung pada cara mengonsumsinya. “Jika Anda meminumnya, Kratom dapat memperlambat jantung dan mempengaruhi sistem saraf pusat serta dapat merusak ginjal maupun hati,” ujarnya.

Risiko utama dari tanaman kratom adalah tingginya kemungkinan untuk kecanduan. Kratom juga dinilai memiliki efek samping seperti halusinasi dan delusi, berkeringat, mulut kering, meningkatkan detak jantung, gatal-gatal dan lain sebagainya. Daripada beralih ke obat-obatan berisiko dengan status hukum dan regulasi yang meragukan, para ahli mendesak orang-orang yang membutuhkan pereda nyeri, kecemasan, atau kondisi lain untuk mencari pengobatan atau jalan keluar alternatif lain.

 

sumber : Antara

Sumber: Republika

ADVERTISEMENTS
Bahagia itu Sederhana dari Bank Aceh Syariah


Reaksi & Komentar

أَوْ يُصْبِحَ مَاؤُهَا غَوْرًا فَلَن تَسْتَطِيعَ لَهُ طَلَبًا الكهف [41] Listen
Or its water will become sunken [into the earth], so you would never be able to seek it." Al-Kahf ( The Cave ) [41] Listen

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi