Anggota Genetika FP UISU Medan Menjadi Fasilitator Outbound Pengembangan Diri SMP/SMAT Al Bukhari Muslim Medan

Ⓒ Hak cipta foto di atas dikembalikan sesungguhnya kepada pemilik foto

BANDA ACEH – SMP/SMAT Al Bukhari Muslim Medan kembali mengadakan kegiatan outbond Pengembangan Diri.

Agenda tahunan Sekolah ini dilaksanakan sebagai bentuk refreshing siswa setelah sepekan sebelumnya berkutat dengan penilaian semester, sekaligus sebagai pembelajaran secara langsung di alam terbuka sesuai tema pembelajaran pada saat itu.

“Outbound” atau metoda pembelajaran modern yang memanfaatkan keunggulan alam, bertempat di scout village sibolangit Kabupaten Deli Serdang Sumatera Utara, Minggu-Selasa, 12-14 Januari 2025.

Kegiatan itu diikuti sebanyak 53 orang siswa Al Bukhari Muslim.

Kepala SMP/SMAT Al Bukhari Muslim ISMAIL YUSA .,SC.,IR mengatakan “outbound” itu untuk membekali kemandirian, kedisiplinan dan pengembangan diri siswa. Dalam outbound pengembangan diri ini di pandu oleh fasilitator outbound dari Genetika FP UISU Medan.

“Tentunya kegiatan ini sangat penting sebagai sarana untuk membangun dan memajukan sumber daya manusia yang dapat membangun karakter dan melatih para siswa.”

Tujuannya antara lain mengajarkan anak untuk berfikir, menguatkan nilai diri yang bertumpu pada kasih sayang dan saling menghargai, membantu menguasai perasaan, baik terhadap diri sendiri maupun terhadap orang lain, membuka diri terhadap lingkungan dan saling peduli antar sesama serta membangun sikap.

Dengan diadakannya “outbound” itu, diyakini akan dapat meningkatkan rasa sosial terhadap sesama teman, menumbuhkan sikap kepemimpinan (leadership), kerja sama antar sesama dan saling menghormati dengan yang lebih tua baik itu guru/orang tua, dan melatih aktivitas fisik (psikomotorik).

Selain itu, untuk memacu mental kompetitif melalui permainan-permainan kreatif yang memiliki tingkat kesulitan yang berbeda-beda sehingga dapat memberikan citra edukatif yang mengelaborasi antara unsur pendidikan dan program permainan yang terarah.

Diharapkan setelah mengikuti “outbound” siswa mampu menjadi pribadi yang lebih mandiri terhadap diri sendiri dari segala aspek, baik ibadah, sikap maupun akhlak.