Menkes Ungkap 4 Penyakit Paling Mematikan di Indonesia: Stroke Rangking 1

Ⓒ Hak cipta foto di atas dikembalikan sesungguhnya kepada pemilik foto

BANDA ACEH – Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengungkap empat penyakit yang paling banyak menyebabkan kematian di Indonesia. Peringkat pertama diduduki oleh data Survei Kesehatan Indonesia tahun 2023, prevalensi stroke di Indonesia mencapai 8,3 per penduduk. Seseorang yang terkena serangan stroke, setiap menitnya mengalami kematian sel otak sebanyak 1,9 juta.

“Penyakit yang paling banyak menyebabkan kematian di Indonesia, ranking nomor 1, stroke. Saya yakin pasti ada saudara-saudaranya yang ada di sini yang pernah kena stroke. Itu pembunuh nomor satu, 300 ribu (jiwa),” kata Budi Gunadi dalam sambutannya di Acara Double Check ‘Bagaimana Visi Kesehatan Era Prabowo?’ di Cemara 6 Galeri, Teotri Heraty Museum, Jakarta Pusat, Sabtu (17/5).

Penyakit berbahaya selanjutnya, kata Budi, adalah jantung dan kanker. Dari data Kemenkes, Kematian di Indonesia akibat penyakit kardiovaskular mencapai penduduk per tahun, yang terdiri dari stroke kematian, penyakit jantung koroner kematian, penyakit jantung hipertensi kematian, dan penyakit kardiovaskular lainnya.

“Nomor 2, jantung. Pasti kita punya saudara atau teman atau orang tua yang pernah kena jantung. 250 ribu (jiwa). Nomor 3, kanker. Pasti ada yang kena. Ibu saya kena kanker, kena stroke. Bapak saya kena kanker, meninggal,” ungkap dia.

Yang keempat adalah ginjal. Katanya, penyakit kronis ini tidak langsung menyebabkan seseorang meninggal dunia, tetapi dapat membunuhnya secara perlahan-lahan. 

Biasanya, seseorang yang terkena gagal ginjal akan mengalami kerusakan organ ginjal dalam waktu 4-5 tahun, sehingga membutuhkan transplantasi.

“Nomor 4, ginjal. Cuci darah, ibu saya kena ginjal, mesti diganti ginjal. Empat penyakit ini adalah penyakit kronis. Jadi nggak kita kena hari ini, fungsi ginjal turun, langsung besoknya meninggal. Enggak. Dia tuh, organ kita tuh, rusaknya tuh 4 tahun, 5 tahun, baru meninggal,” imbuh dia