Ternyata Amalan yang Paling Indah di Waktu Sahur Bukan Membaca al-Quran, Lantas Apa?

Ⓒ Hak cipta foto di atas dikembalikan sesungguhnya kepada pemilik foto

BANDA ACEH – Rasulullah Saw telah mengajarkan umatnya berbagai tata cara beribadah kepada Allah SWT dan beramal shaleh, mulai dari yang ringan hingga amalan terbaik dan utama.

Dalam beramal shaleh, Islam mewajibkan setiap muslim memiliki ilmu, paham tata cara dan berpedoman pada apa yang diajarkan oleh Baginda Rasulullah Saw. Ajaran baik melalui hadits-hadits nya maupun perbuatan beliau langsung yang disaksikan oleh para sahabat kala itu.

Selain itu, dalam beramal shaleh juga penting untuk memperhatikan soal waktu, dimana kapan waktu terbaik sebuah amalan itu dikerjakan. Sebab dalam agama Islam, amalan-amalan tertentu hanya boleh dikerjakan atau sangat dianjurkan untuk dilakukan pada waktu yang telah ditentukan tersebut.

Ibadah-ibadah ini misalnya melaksanakan ibadah haji yang hanya dikerjakan pada bulan Zulhijjah, begitu pula puasa ramadhan, juga ibadah kurban yang hanya ada di hari raya idul adha atau ibadah-ibadah sunat lainnya. Semuanya tidak terlepas dengan waktu.

Dalam ibadah sehari-hari juga seperti shalat lima fardhu juga sudah tertentu waktunya. Nah ternyata dibalik ketetapan waktu beribadah yang telah ditentukan oleh Allah dan Rasul-nya terdapat berbagai keutamaan dan hikmah.

Tetapi tahukah Anda apakah ibadah yang paling utama dikerjakan pada waktu sahur? Tentu Anda sering mengerjakan berbagai ibadah pada waktu-waktu tersebut bukan? Ternyata bukan baca Alquran. Lantas apa?

Dalam Al-Quran Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

“(Juga) orang yang sabar, orang yang benar, orang yang taat, orang yang menginfakkan hartanya, dan orang yang memohon ampunan pada waktu sebelum fajar.” (QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 17)

Pada ayat di atas Allah SWT secara eksplisit menyebutkan “pada waktu sebelum fajar”. Para ahli tafsir menjelaskan bahwa hal itu menunjuk pada waktu sahur atau mendekati masuknya waktu subuh atau berkisar pukul 03:00 dini hari hingga azan subuh berkumandang.

Mengapa begitu istimewanya waktu sahur tersebut? Dalam tafsir Ibnu Katsir dijelaskan bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda:

“(Rahmat) Allah Swt. turun pada tiap malam ke langit dunia, yaitu di saat malam hari tinggal sepertiganya lagi, lalu Dia berfirman, “Apakah ada orang yang meminta, maka Aku akan memberinya? Apakah ada orang yang berdoa, maka Aku memperkenankannya? Dan apakah ada orang yang meminta ampun, maka Aku memberikan ampunan kepadanya,”

Sahabat Abdullah ibnu Umar melakukan salat (sunat di malam hari), kemudian bertanya, “Hai Nafi’, apakah waktu sahur telah masuk?” Apabila dijawab, “Ya,” maka ia mulai berdoa dan memohon ampun hingga waktu subuh.

Ibrahim ibnu Hatib, dari ayahnya yang menceritakan bahwa ia pernah mendengar seorang lelaki yang berada di salah satu bagian dalam masjid mengucapkan doa berikut:

Ya Tuhanku, Engkau telah memerintahkan kepadaku, maka aku taati perintah-Mu; dan inilah waktu sahur, maka berikanlah ampunan bagiku. Ketika ia melihat lelaki itu, ternyata dia adalah sahabat Ibnu Mas’ud r.a.

Ibnu Murdawaih meriwayatkan dari Anas ibnu Malik yang mengatakan bahwa kami (para sahabat) bila melakukan salat (sunat) di malam hari diperintahkan untuk melakukan istigfar di waktu sahur sebanyak tujuh puluh kali.

Menurut suatu pendapat, sesungguhnya Nabi Ya’qub a.s. ketika berkata kepada anak-anaknya, yang perkataannya “Aku akan memohonkan ampun bagi kalian kepada Tuhanku” (Yusuf: 98). Maka Nabi Ya’qub menangguhkan doanya itu sampai waktu sahur.

Para pembaca yang Budiman. Waktu sahur adalah saat-saat yang sangat mustajabah. Pada waktu ini segala permohonan ampun hamba pasti dikabulkan oleh Allah SWT. Maka mengapa kita menyia-nyiakan kesempatan baik ini. Sungguh sangat merugi sekali.

Kita yang hidup bergelimang dosa sudah sepantasnya untuk rajin bangun di sepertiga malam, lalu beribadah kepada Allah SWT dengan melakukan shalat sunat (qiyamullail), berzikir, membaca Alquran, berdoa dan beristighfar memohon ampunan Allah SWT. Bukan malah semakin memperpanjang tidur hingga shalat subuh pun terlewatkan.

Sebagai penutup mari kita renungkan firman Allah SWT yang terdapat pada surat Al Baqarah sebagai motivasi dalam beribadah. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Dia mendapat (pahala) dari (kebajikan) yang dikerjakannya dan dia mendapat (siksa) dari (kejahatan) yang diperbuatnya. (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 286).