Takbir Menggema di Masjid Babul Maghfirah: Jamaah Siap Bela Palestina Usai Dengar Kisah Pilu Gaza dari Syekh Sameeh Hajajj

ACEH BESAR – Ratusan jemaah Masjid Babul Maghfirah, Gampong Tanjong Seulamat, Kecamatan Darussalam, Aceh Besar, tak mampu membendung amarah dan kesedihan mereka pada Jumat (25/7/2025).
Usai salat Jumat, gemuruh takbir membahana di seluruh penjuru masjid, menyusul tausiah mengharukan dari Syekh Sameeh Hajajj yang membeberkan kekejaman Israel di Gaza, Palestina.
Kehadiran Syekh Sameeh Hajajj disambut antusias oleh jemaah yang ingin mendengar langsung kondisi terkini saudara-saudara mereka di Gaza yang terus berjuang melawan penjajahan Zionis Israel. Dalam tausiahnya, Syekh Sameeh Hajajj tak hanya mengungkap fakta pahit penjajahan Israel dan perampasan hak-hak rakyat Palestina yang telah berlangsung lama, namun juga menyoroti peran negara-negara sekutu Israel.
“Israel mendapatkan bantuan dari Amerika Serikat dan beberapa negara Eropa seperti Inggris dan Prancis untuk memerangi Palestina. Sedangkan Palestina tidak ada negara yang membantunya. Palestina berjuang sendiri tanpa bantuan umat Islam,” ungkap Syekh Sameeh Hajajj melalui penerjemah, suaranya sarat keprihatinan.
Ia kemudian melontarkan pertanyaan yang menusuk hati para jemaah: “Jika Israel dan Amerika saling membantu, lalu mengapa Anda tidak membantu Palestina?” Pertanyaan ini menggema, menyadarkan pentingnya persatuan umat Islam dalam membela Palestina.
Syekh Sameeh Hajajj menekankan bahwa Indonesia memiliki peran krusial dalam membantu rakyat Palestina yang kini menghadapi kekejaman dan bencana kelaparan. “Banyak peran yang dapat dilakukan oleh Indonesia,” ujarnya. Namun, ia menegaskan bahwa peran paling utama bagi umat Islam adalah membela Palestina dan Baitul Maqdis yang terancam direbut Israel.
Ia memaparkan empat peran penting yang bisa dilakukan:
Dakwah dan Informasi: Menyebarkan informasi terkini tentang Gaza kepada khalayak luas, terutama anak-anak, untuk menanamkan kesadaran tentang penjajahan yang masih terjadi di Palestina dan Baitul Maqdis. “Katakan pada anak-anak bahwa di dunia ini masih ada satu negara yang dijajah yaitu Palestina. Dakwah ini penting agar mereka mengetahuinya,” serunya.
Pertolongan: Memberikan bantuan nyata bagi rakyat Palestina yang kelaparan, kehilangan tempat tinggal, dan berjuang dengan keterbatasan. Syekh Sameeh Hajajj menggambarkan perjuangan pemuda Palestina melawan tentara Zionis dengan persenjataan seadanya dan harga kebutuhan yang melambung akibat blokade Israel.
Pertolongan dapat dilakukan dengan memboikot produk Israel. Tidak membeli nya karena secara langsung akan memiskinkan mereka. Jika Anda membeli berarti Anda memperkaya nya.
Begitupun, panitia fatwa Al Azhar Mesir juga mengeluarkan hukum boleh bersedekah atau berzakat untuk rakyat Palestina karena saat ini mereka berada dalam keadaan fakir.
Peran Sosial: Menggunakan berbagai saluran informasi, termasuk media sosial, untuk menyuarakan penderitaan Palestina. “Jika Anda membagikan konten-konten tersebut, itu akan memberikan semangat kepada saudara-saudara Palestina,” tegasnya, menepis anggapan bahwa aksi di media sosial tidak berdampak.
Pendidikan: Mendidik anak-anak sejak dini tentang Palestina dan Baitul Maqdis, menanamkan nilai-nilai perjuangan agar kelak mereka tumbuh menjadi pembela Palestina. “Jika shalat itu wajib, puasa, dan haji juga wajib. Maka hukum menolong Palestina juga wajib,” tandas Syekh Sameeh Hajajj, menegaskan bahwa membela Palestina adalah kewajiban agama.
Tausiah yang menggugah hati ini disaksikan langsung oleh Imam Besar Masjid Babul Maghfirah, Ketua BKM dan pengurus, Ketua Remaja Masjid serta anggota, perangkat gampong, Tuha Peut Gampong, Babinkamtibmas Tanjong Seulamat, dan ratusan jemaah salat Jumat lainnya, yang semuanya larut dalam semangat membela Palestina.