Nasib Honorer R4 di Aceh Antara Harapan dan Ketidakpastian

Banda Aceh, Aceh – Ribuan tenaga honorer dengan kategori R4 di Provinsi Aceh saat ini tengah menghadapi masa depan yang tidak pasti. Setelah berjuang mengikuti seluruh tahapan seleksi tahap II yang disyaratkan, namun nasib mereka untuk diangkat menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), masih menjadi tanda tanya besar.
Para honorer R4 ini merupakan bagian dari data tenaga non-ASN yang tidak terdata dalam database Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan telah melewati proses verifikasi awal. Sebagian besar dari mereka telah mengabdi selama bertahun-tahun di berbagai instansi pemerintah daerah, mengisi kekosongan formasi dan menjadi tulang punggung pelayanan publik di Aceh.
Harapan untuk segera diangkat menjadi ASN semakin menguat setelah adanya kebijakan pemerintah pusat untuk menyelesaikan persoalan tenaga honorer. Namun, proses pengangkatan ini tidak serta-merta terjadi, melainkan sebagian besar honorer R4 diwajibkan untuk mengikuti seleksi kompetensi. Seleksi ini bertujuan untuk memastikan bahwa para honorer memiliki kualifikasi dan kemampuan yang sesuai dengan posisi yang akan diisi.
“Kami sudah bertahun-tahun mengabdi, bahkan ada yang sudah belasan tahun. Kami berharap ada kejelasan nasib kami. Setiap ada kabar baru, kami selalu berharap itu adalah kabar baik, dan kami siap untuk mengikuti seleksi kompetensi jika itu memang jalan terbaik untuk pengangkatan kami,” ujar Hamdani, salah seorang honorer R4 di sebuah dinas pemerintahan di Banda Aceh.
Pemerintah Provinsi Aceh sendiri telah menyatakan komitmennya untuk menyelesaikan persoalan honorer R4 ini sesuai dengan arahan pemerintah pusat. Namun, belum ada tanggal pasti atau skema rinci yang dapat menjamin pengangkatan seluruh honorer R4 dalam waktu dekat. Sedangkan para hononer R4 sudah mengikuti uji kompetensi tetapi tidak mendapat kuota formasi.
Meskipun demikian, para honorer R4 di Aceh terus berharap dan mendesak pemerintah agar segera mengeluarkan kebijakan yang berpihak kepada mereka. Mereka berharap agar pengabdian mereka selama ini dapat dihargai dengan status kepegawaian yang lebih jelas dan layak, dan mereka menyatakan kesiapan untuk membuktikan kompetensi mereka melalui seleksi yang adil.
“Kita akan terus menunggu perkembangan terkait nasib honorer R4 di Aceh ini. Semoga ada kabar baik segera bagi ribuan tenaga honorer yang telah lama menantikan kejelasan status karir mereka dan bahkan siap menghadapi seleksi kompetensi kembali jika diperlukan,” tandasnya.