Tiga Bersaudara Palestina Hafal 30 Juz Al-Qur’an di Tengah Perang dan Pengepungan

GAZA, PALESTINA — Di tengah situasi perang dan pengepungan yang melanda Jalur Gaza, kisah inspiratif datang dari tiga bersaudara Palestina: Hala, Alma, dan Sama AlMasri. Meski hidup dalam kondisi penuh keterbatasan dan ancaman bahaya, ketiganya berhasil menuntaskan hafalan Al-Qur’an 30 juz di bawah bimbingan kakak perempuan tertua mereka.
Perjalanan menghafal yang mereka tempuh bukanlah hal mudah. Dengan suara ledakan dan dentuman senjata yang kerap terdengar di sekitar, mereka tetap melanjutkan muraja’ah dan setoran hafalan. Sang kakak tertua berperan sebagai guru sekaligus motivator, memastikan semangat adik-adiknya tak padam meski situasi di luar rumah penuh kekhawatiran.
Semangat mereka selaras dengan kondisi yang dilaporkan sejumlah media internasional. Menurut International Quran News Agency (IQNA), “pusat-pusat dan lingkaran penghafal Al-Qur’an tetap aktif di Gaza meski serangan Israel terus berlangsung,” menunjukkan keteguhan masyarakat dalam menjaga Kalamullah di tengah krisis. Sementara Middle East Monitor mencatat bahwa ratusan penghafal Al-Qur’an di Gaza baru-baru ini mendapat penghargaan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka.
Kisah Hala, Alma, dan Sama menjadi simbol keteguhan iman dan kekuatan tekad generasi muda Palestina. Di tengah keterbatasan akses pendidikan formal dan fasilitas, mereka membuktikan bahwa cahaya Al-Qur’an tetap dapat bersinar di hati siapa saja yang berjuang untuk menjaganya.
“Semoga Allah menjaga mereka, melindungi keluarga mereka, dan menjadikan hafalan ini pemberat timbangan amal di akhirat,” ujar salah satu warga yang turut bangga mendengar kabar tersebut.
Kisah ini menjadi pengingat bahwa di balik gelapnya kabar perang, masih ada cahaya harapan dan keteladanan yang lahir dari tanah Palestina — cahaya yang bersumber dari Al-Qur’an.