Ritual Meujalateh Pada Bulan Safar Di Gampong Leukeun

Ⓒ Hak cipta foto di atas dikembalikan sesungguhnya kepada pemilik foto

MEULABOH –  Salah satu budaya yang masih dilestarikan oleh masyarakat Gampong Leukeun Kecamatan Samatiga Kabupaten Aceh Barat adalah tradisi tulak bala atau disebut Meujalateh. Dengan tema “Meuseraya Tajaga Warisan Endatu”.

Rangkaian kegiatan berlangsung sejak tanggal 16 Agustus hingga 19 Agustus 2025 dengan menggelar seminar budaya, workshop meujalateh dan khanduri apam, sementara pada malam harinya berlangsung ritual meujalateh oleh Masyarakat setempat.

Kegiatan tersebut diresmikan secara simbolis oleh Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Barat, Kartika Eka Sari, SSTP, ,

Eka mengaku sangat mendukung kegiatan pelestarian budaya seperti itu.

“Kami pihak Dinas sangat mendukung upaya pemajuan kebudayaan, termasuk pemanfaatannya ke depan. Semoga melalui kegiatan ini kita dapat mendorong perekonomian masyarakat desa melalui sektor wisata budaya,” ujarnya.

Ketua Panitia, Mukhsin, menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam melestarikan tradisi Aceh seperti itu.

“Meujalateh bukan sekadar ritual, tetapi juga identitas dan perekat sosial. Dengan keikutsertaan pemuda-pemudi, tradisi ini bisa terus hidup dan berkembang sesuai zamannya,” ungkap Mukhsin.

Sementara itu, Keuchik Gampong Leukeun, Kamaruzzaman, menyebut bahwa kegiatan ini menjadi sarana bagi generasi muda untuk lebih mencintai dan memahami budaya lokal.

“Tradisi tidak boleh dianggap kuno. Sebaliknya, harus dipelihara dan dikembangkan agar memberi manfaat bagi masyarakat luas,” kata Kamaruzzaman.[]

Editor : Biro Meulaboh.