Analis Politik Apresiasi Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho Kawal Kelancaran HUT ke-80 RI

Ⓒ Hak cipta foto di atas dikembalikan sesungguhnya kepada pemilik foto

JAKARTA – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia pada 17 Agustus 2025 mendapat apresiasi luas, tidak hanya dari masyarakat umum, tetapi juga dari kalangan akademisi dan pemerhati sosial.

Salah satunya datang dari analis politik sekaligus pemerhati sosial, Putra, yang menilai kinerja Polri, khususnya Korps Lalu Lintas (Korlantas), telah menunjukkan dedikasi nyata dalam menjaga kelancaran dan keamanan perayaan kenegaraan tersebut.

Putra memberikan pujian kepada Kakorlantas Polri, Irjen Pol Agus Suryonugroho, yang disebutnya tampil sebagai teladan kepemimpinan dengan turun langsung mengawal jalannya peringatan kemerdekaan.

“Publik melihat bagaimana Kakorlantas Polri tidak hanya memberi instruksi dari balik meja, tetapi turun langsung ke lapangan, bahkan menggunakan motor dinas untuk memantau titik-titik vital di sekitar Istana Negara dan kawasan Monas. Ini adalah simbol suri tauladan kepemimpinan Polri yang nyata, tanpa gimik,” kata Putra dalam keterangannya, Rabu (20/8/2025).

Kepemimpinan Humanis dan Responsif

Menurut Putra, langkah yang dilakukan Irjen Pol Agus Suryonugroho merupakan cerminan kepemimpinan humanis, responsif, dan proaktif. Kehadirannya di lapangan bersama anggota, lanjut Putra, membuat masyarakat merasa aman dan nyaman saat mengikuti perayaan HUT RI.

“Apa yang dilakukan Kakorlantas Polri adalah bentuk kepemimpinan yang patut diapresiasi. Rakyat merasakan langsung kehadiran Polri sebagai pengayom dan pelindung. Ini adalah teladan nyata bagi aparat negara,” ujarnya.

Putra menambahkan, keberhasilan pengamanan lalu lintas dan kelancaran arus pergerakan masyarakat di hari kemerdekaan tidak terlepas dari arahan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, yang menekankan pentingnya pelayanan humanis.

“Pujian dan apresiasi dari publik adalah wujud kepercayaan terhadap Polri. Kehadiran Polri di lapangan bukan sekadar simbol, melainkan bukti komitmen menjaga keamanan dan keteraturan bersama rakyat,” tegasnya.

Pesan Moral Keselamatan Publik

Alumni Indef School of Political Jakarta itu menilai, kehadiran langsung pimpinan Polri di lapangan juga menyampaikan pesan moral penting: keselamatan publik menjadi prioritas utama. Momentum kemerdekaan, kata dia, tepat untuk menegaskan pentingnya keteraturan, disiplin, dan kepatuhan terhadap aturan lalu lintas.

“Ketika pimpinan tertinggi lalu lintas mau turun langsung, itu artinya pesan disiplin dan keselamatan betul-betul ditekankan. Publik melihat ini bukan hanya simbol, tapi langkah konkret bagaimana Polri menempatkan rakyat sebagai pusat pelayanan,” jelas Putra.

Konsistensi di Luar Momentum Seremonial

Lebih jauh, Putra mengingatkan pentingnya konsistensi Polri dalam menjaga semangat pengabdian, tidak hanya di momentum peringatan kemerdekaan. Ia berharap kinerja humanis dan responsif yang ditunjukkan Korlantas dapat terus dijaga dalam keseharian.

“Konsistensi dan komitmen adalah kunci. Kami berharap Polri, khususnya Korlantas, terus memberikan pelayanan prima sehingga masyarakat merasakan Polri hadir bukan sebagai kekuasaan, melainkan sebagai pengayom,” tambahnya.

Momentum Persatuan Bangsa

Selain soal teknis pengamanan, Putra menekankan bahwa peringatan HUT RI ke-80 merupakan momentum penting untuk memperkuat persatuan bangsa. Dalam hal ini, peran Polri dinilainya sangat strategis.

“HUT RI bukan sekadar upacara. Ini adalah refleksi perjalanan bangsa yang penuh pengorbanan. Langkah Polri dalam mengawal keamanan dan keteraturan juga bagian dari menjaga marwah kemerdekaan,” kata mahasiswa Pascasarjana Ilmu Politik di Jakarta tersebut.

Ajakan Meneladani Semangat Polri
Menutup keterangannya, Putra mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meneladani dedikasi dan semangat kebersamaan yang ditunjukkan Polri.

“Polri sudah memberikan contoh. Sekarang tinggal bagaimana kita sebagai warga bangsa ikut menjaga keteraturan dan keselamatan bersama. Semangat kemerdekaan harus diwujudkan dalam bentuk persatuan, disiplin, dan gotong royong,” pungkasnya.