Harga Beras di Banda Aceh Masih Tinggi, Warga Harap Pemerintah Turun Tangan

BANDA ACEH – Harga beras di sejumlah pasar tradisional Banda Aceh masih bertahan di level tinggi, memicu kekhawatiran masyarakat menjelang akhir bulan. Pantauan di Pasar Almahira Lamdingin, Jumat (22/8), menunjukkan bahwa harga beras medium dijual Rp untuk kemasan 5 kg dan Rp hingga Rp untuk kemasan 10 kg.
Sementara itu, beras premium mencapai Rp per 10 kg dan Rp untuk kemasan 15 kg. Jenis super premium bahkan menyentuh Rp per 15 kg, meski stoknya terbatas.
Sebagai alternatif, beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dari Bulog tersedia dengan harga Rp per 5 kg. Namun, pembelian dibatasi maksimal dua karung per orang dan ketersediaannya cepat habis di pasaran. Kondisi ini diperparah oleh minimnya pasokan gabah dari petani lokal serta potensi gagal panen akibat cuaca ekstrem. Harga gabah di tingkat petani dilaporkan menembus Rp per kilogram, jauh di atas Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang berlaku.
Kenaikan harga ini dinilai memberatkan masyarakat, terutama kalangan ekonomi menengah ke bawah. Sejumlah warga berharap pemerintah daerah dan instansi terkait segera melakukan intervensi, baik melalui operasi pasar maupun penambahan distribusi beras SPHP. Selain itu, petani juga mendesak adanya perlindungan harga gabah agar tidak merugikan mereka di tengah fluktuasi pasar.
Situasi ini menjadi perhatian serius menjelang musim tanam berikutnya, di mana ketahanan pangan lokal sangat bergantung pada stabilitas harga dan pasokan bahan pokok. Pemerintah diharapkan tidak hanya fokus pada distribusi, tetapi juga memperkuat sektor hulu melalui dukungan terhadap petani dan penguatan sistem logistik pangan.