Salsa Erwina Hutagalung Tantang DPR, Suarakan 12 Tuntutan Rakyat Lewat Video Viral

JAKARTA – Seorang aktivis diaspora Indonesia, Salsa Erwina Hutagalung, mendadak menjadi sorotan publik setelah video orasinya beredar luas di media sosial. Dalam video tersebut, Salsa menyampaikan kritik tajam kepada DPR RI sekaligus membacakan 12 tuntutan rakyat yang ia sebut harus segera ditindaklanjuti sebelum 5 September 2025 pukul WIB.
Salsa, yang kini menetap di Aarhus, Denmark, dikenal sebagai manajer strategi, kreator konten, sekaligus pendiri podcast pengembangan diri “Jadi Dewasa 101”. Lewat podcast itu, ia banyak membahas isu kemandirian, karier, dan kesehatan mental, sehingga akrab di kalangan muda. Namun kali ini, perhatiannya tertuju pada dinamika politik tanah air.
Dalam video berdurasi belasan menit itu, Salsa menilai DPR gagal menjalankan fungsi perwakilan rakyat. Ia menyoroti 580 anggota parlemen yang digaji dari pajak rakyat, namun dianggap abai mendengar aspirasi masyarakat. “Gerakan sukarela di media sosial justru lebih efektif, sementara parlemen yang dibiayai rakyat tidak peka sama sekali. Seharusnya kalian malu,” tegasnya.
Salsa lalu membacakan 12 tuntutan rakyat, antara lain:
- Segera sahkan RUU Perampasan Aset.
- Pecat anggota DPR yang terbukti menghina rakyat, termasuk Ahmad Sahroni, Dedi Citorus, dan Bambang Pacul.
- Bebaskan aktivis yang ditahan karena menyuarakan aspirasi.
- Lakukan reformasi total DPR, termasuk audit anggaran Rp9,6 triliun, penghapusan tunjangan berlebihan, dan keterbukaan rapat publik. Lakukan hal berikut:
-
Audit transparan anggaran Rp9,6 triliun per tahun.
-
Laporan penyerapan anggaran tiap bulan kepada rakyat.
-
Pangkas tunjangan dan fasilitas tidak penting.
-
Kurangi jumlah anggota DPR.
-
Hapus budaya gila hormat: kalian adalah karyawan rakyat, bukan majikan.
-
Tolak mantan koruptor sebagai anggota DPR maupun BUMN.
-
Hapus perlakuan istimewa: pajak ditanggung pribadi, tanpa kawalan khusus, tanpa tunjangan mobil.
-
Hapus pensiun seumur hidup bagi anggota DPR satu periode.
-
Semua rapat harus terbuka dan bisa disaksikan rakyat secara langsung.
-
- Batasi gaji dan tunjangan DPR maksimal 5 kali UMR nasional.
- Tetapkan indikator kinerja (KPI) DPR yang jelas dan evaluasi rutin.
- Audit menyeluruh BUMN yang terus merugi.
- Batalkan rencana kenaikan pajak dan iuran BPJS.
- Adili pelaku pembunuhan aktivis Afan serta copot Kapolri.
- Naikkan gaji guru dan tenaga kesehatan.
- Reformasi menyeluruh kepolisian agar berpihak pada rakyat.
- Hentikan intrik politik yang merugikan rakyat.
Salsa menegaskan, DPR hanya punya waktu 7 hari untuk membuktikan diri. Jika tuntutan ini tidak dipenuhi, ia menyebut pembubaran DPR menjadi opsi yang patut dipertimbangkan.
Keberanian Salsa Erwina menantang DPR, bahkan menyinggung langsung nama Wakil Ketua Komisi III Ahmad Sahroni untuk debat terbuka, semakin menegaskan perannya sebagai figur diaspora yang vokal dan kritis.
Video tersebut langsung menuai beragam reaksi dari warganet. Banyak yang mengapresiasi keberanian Salsa menyuarakan keresahan rakyat dari luar negeri.
“Salut buat Salsa, meski jauh tetap peduli dengan kondisi Indonesia. Semoga suaranya bisa membuka mata DPR,” tulis seorang pengguna X (Twitter).
“Isi tuntutannya mewakili perasaan kami. Kalau DPR tidak bisa jalankan, bubarkan saja!” komentar netizen lain di Instagram.
Namun, ada pula yang skeptis. Beberapa warganet menilai suara diaspora sering kali dipandang sebelah mata oleh penguasa. “Sayangnya, mereka mungkin tidak akan mendengar, walau isi tuntutannya masuk akal semua,” ungkap seorang pengguna Facebook.
Meski begitu, tagar #12TuntutanRakyat dan #DebatSahroniSalsa ramai berseliweran di jagat maya, memperlihatkan betapa besar perhatian publik terhadap isu ini.