Zionis Kian Brutal, Islam Solusi Tunggal

Kebrutalan Zionis terus terjadi sementara dunia hanya diam. Saatnya umat Islam menggaungkan solusi hakiki yang benar-benar bisa menghentikan penjajahan dan menyelamatkan Palestina.
Oleh: Hanny N
KEBIADABAN Zionis Israel di tanah Palestina kembali menjadi sorotan dunia.
Baru-baru ini, serangan drone Zionis dengan sengaja menargetkan jurnalis dan paramedis yang tengah bertugas di Gaza.
Lebih memilukan, pembantaian itu terjadi saat siaran langsung sedang berlangsung, sehingga dunia bisa menyaksikan secara terang-terangan kebrutalan tersebut.
Bahkan, jurnalis di Gaza sampai menyerukan kepada jurnalis internasional untuk datang langsung dan menunjukkan kebenaran kepada dunia.
Meski tragedi itu terekam jelas, dunia internasional kembali bungkam.
Negara-negara besar yang konon menjunjung tinggi demokrasi dan hak asasi manusia justru absen memberikan solusi nyata. Inilah potret telanjang dari standar ganda politik global.
Dunia Menyaksikan, Tapi Diam
Fakta bahwa jurnalis dan paramedis dijadikan target serangan membuktikan bahwa Zionis tidak hanya ingin membungkam perlawanan fisik rakyat Palestina, tetapi juga membungkam suara yang bisa menyuarakan kebenaran ke seluruh dunia.
Padahal, dalam hukum perang internasional sekalipun, jurnalis dan tenaga medis termasuk pihak yang harus dilindungi.
Sayangnya, pelanggaran mencolok ini tidak menimbulkan aksi tegas dari dunia internasional. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) hanya sebatas mengeluarkan pernyataan keprihatinan.
Amerika Serikat tetap setia menjadi pendukung utama Zionis. Sementara itu, negara-negara Eropa terjebak dalam politik abu-abu: mengkritik secara verbal, tetapi tetap mendukung Israel dengan suplai senjata.
Ironisnya, kaum Muslimin yang jumlahnya mencapai dua milyar jiwa di seluruh dunia juga belum mampu bersatu untuk menghadapi kebrutalan Zionis.
Padahal, secara akidah dan sejarah, Palestina adalah bagian dari tanah umat Islam yang wajib dibela dengan segenap daya dan upaya.
Kegagalan Umat dalam Menemukan Solusi Hakiki
Mengapa tragedi demi tragedi bisa terus berulang? Karena solusi hakiki belum menjadi kesadaran umum di tengah umat Islam.
Banyak yang hanya berhenti pada aksi simpati: doa, penggalangan donasi, atau unjuk rasa. Tindakan itu tentu baik, tetapi tidak cukup menghentikan penjajahan Zionis.
Sejatinya, Palestina adalah tanah kaum Muslim yang dirampas oleh Zionis Yahudi.
Dan sejarah Islam telah menunjukkan bahwa satu-satunya cara efektif mengakhiri penjajahan adalah jihad fi sabilillah yang dipimpin oleh sebuah negara yang menerapkan syariat secara kaffah.
Sayangnya, gagasan ini belum menjadi opini umum mayoritas umat Islam.
Banyak yang masih terbuai dengan ilusi solusi dari dunia Barat: negosiasi, perundingan damai, atau resolusi PBB.
Padahal, semua jalur itu telah terbukti puluhan tahun gagal total.
Islam Menawarkan Solusi
Allah SWT berfirman, “Dan perangilah mereka, supaya jangan ada fitnah dan supaya agama itu semata-mata untuk Allah. Jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu), maka sesungguhnya Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan.” (QS. Al-Anfal: 39)
Ayat ini menegaskan bahwa jihad adalah jalan untuk menghentikan penindasan dan penjajahan. Rasulullah ﷺ juga bersabda, “Imam (Khalifah) adalah perisai, di belakangnya kaum Muslimin berperang dan dengannya mereka berlindung.” (HR. al-Bukhari dan Muslim)
Hadis ini menggarisbawahi pentingnya adanya kepemimpinan Islam (Khilafah) yang akan menggerakkan jihad sebagai solusi hakiki membebaskan tanah kaum Muslim.
Dalam sejarah Islam, pembebasan tanah umat dari penjajahan bukanlah sesuatu yang mustahil.
Pada masa Khalifah Umar bin Khaththab, pasukan Islam berhasil membebaskan Baitul Maqdis dari penjajahan Romawi.
Kemudian, pada masa Shalahuddin al-Ayyubi, Palestina berhasil dibebaskan dari cengkeraman pasukan salib melalui jihad yang dipimpin negara.
Fakta sejarah ini adalah bukti konkret bahwa solusi syar’i benar-benar mampu menghentikan penjajahan.
Umat Harus Melek dan Bersatu
Hari ini, tragedi di Gaza seharusnya membuka mata kaum Muslimin. Tidak ada alasan untuk terus percaya pada solusi palsu yang ditawarkan dunia Barat.
Ketika dua milyar kaum Muslimin bersatu di bawah kepemimpinan yang benar, kekuatan itu akan menjadi tsunami yang mustahil dibendung oleh Zionis maupun sekutunya.
Kesadaran ini harus terus digemakan. Edukasi masif tentang kewajiban umat membela Palestina melalui solusi syar’i harus menyebar ke seluruh penjuru negeri-negeri Muslim.
Umat tidak boleh puas dengan narasi kemanusiaan semata, tetapi harus kembali pada narasi akidah dan jihad. Sebab, Palestina bukan sekadar isu kemanusiaan, tetapi isu akidah dan kewajiban syar’i.
Saat ini, umat Islam di seluruh dunia harus bertanya kepada diri sendiri: sampai kapan kita hanya menjadi penonton penderitaan saudara-saudara kita di Gaza?
Sampai kapan kita membiarkan air mata anak-anak Palestina mengalir tanpa ada pertolongan nyata?
Bukankah Rasulullah ﷺ bersabda bahwa umat Islam itu bagaikan satu tubuh, bila satu bagian sakit maka seluruh tubuh ikut merasakannya? (HR. Muslim).
Apakah kita rela tubuh umat ini terus terluka sementara kita masih sibuk dengan urusan remeh?
Apakah kita tega membiarkan tanah suci yang diberkahi Allah dirampas tanpa perlawanan yang sepadan?
Inilah saatnya umat Islam bangkit dari tidur panjangnya. Tidak cukup hanya berdoa, bersedih, atau berdonasi.
Kita harus menuntut tegaknya solusi syar’i yang benar-benar mampu menolong Palestina.
Kesadaran ini harus menjadi gelombang besar, membangkitkan dua milyar kaum Muslim agar bersatu dan bergerak menuju kemenangan hakiki.
Penutup
Kebrutalan Zionis yang semakin menjadi-jadi, hingga menargetkan jurnalis dan paramedis, adalah bukti bahwa musuh Islam tidak akan berhenti sampai umat ini benar-benar tunduk.
Dunia internasional tidak akan pernah memberikan solusi, karena sejatinya mereka adalah bagian dari masalah.
Solusi hakiki hanya ada dalam Islam: persatuan umat di bawah Khilafah yang akan menggerakkan jihad membebaskan tanah Palestina.
Inilah solusi yang telah terbukti dalam sejarah, dan inilah kewajiban yang diperintahkan Allah kepada kaum Muslimin.
Kini, tugas umat adalah menyadarkan diri sendiri dan generasi berikutnya tentang pentingnya solusi syar’i ini.
Semakin cepat umat melek, semakin cepat pula tragedi Gaza berakhir dengan kemenangan hakiki.
Allah SWT berfirman, “Wahai orang-orang yang beriman! Jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.” (QS. Muhammad: 7)
Kemenangan bukanlah utopia. Sejarah telah membuktikan, dan janji Allah pasti benar. Yang diperlukan hanyalah umat yang siap memperjuangkannya.
Wallahu’alam bish shawab