Kadis Kelautan dan Perikanan Aceh Teken Perjanjian Pemanfaatan Lahan PPS Kutaraja dengan Tiga Investor

Ⓒ Hak cipta foto di atas dikembalikan sesungguhnya kepada pemilik foto

BANDA ACEH – Pemerintah Aceh terus berupaya meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi dan Pembukaan Lapangan Kerja Baru bagi masyarakat. Salah satunya yaitu melalui optimalisasi pemanfaatan aset, termasuk aset di sektor kelautan dan perikanan.

Optimalisasi pemanfaatan aset ini juga mendukung peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yaitu melalui hasil penyewaan lahan di Komplek Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Kutaraja, Banda Aceh. Tercatat pemasukan yang diperoleh dari penandatanganan tiga kontrak ini sebesar Rp1,65 miliar lebih yang telah disetor ke kas daerah.

Sumber Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Aceh menyebutkan, tambahan penerimaan PAD tersebut mencapai , berasal dari pembayaran sewa lahan oleh tiga perusahaan swasta yang bergerak di bidang industri cold storage dan pabrik es yang baru saja berlangsung.

Proses sewa-menyewa ini difasilitasi melalui tiga surat persetujuan Barang Milik Aceh (BMA) yang ditandatangani Gubernur Aceh H. Muzakir Manaf pada 10 Juli 2025.

Adapun perusahaan yang menyewa lahan dengan jangka waktu lima tahun dan perpanjangan adalah PT. Matahari Tetap Perkasa, PT. Es Muda Perkasa, dan PT. Aceh Lampulo Jaya Bahari. Perjanjian pemanfaatan aset tanah PPS Kutaraja pun disepakati antara pihak DKP Aceh dengan Ketiga Perusahaan tersebut.

Namun demikian, seluruh pembayaran dilakukan secara sekaligus sebelum penandatanganan perjanjian sewa, melalui rekening resmi milik DKP Aceh.

Kepala DKP Aceh, Aliman, ., ., menegaskan bahwa penetapan harga sewa telah melalui proses penyesuaian sesuai regulasi. “Kami melakukan penyesuaian harga sewa agar ideal dan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan. Hal ini penting untuk menciptakan kenyamanan berusaha sekaligus mendukung iklim investasi di Aceh,” ujarnya, Rabu (24/9/2025).

Aliman juga optimistis kontribusi swasta akan memperkuat daya saing sektor kelautan dan perikanan Aceh. “Kami yakin dengan pengalaman serta manajemen perusahaan, tantangan pasar seperti fluktuasi harga maupun produksi dapat diatasi,” tambahnya.

Dengan masuknya investor baru, Aliman menegaskan komitmen pihaknya dalam mengelola aset secara transparan dan produktif. “Optimalisasi aset daerah tidak hanya meningkatkan PAD, tetapi juga memperkuat peran sektor kelautan dan perikanan sebagai salah satu penopang utama pembangunan ekonomi daerah,” pungkasnya. (*)