Khatib Jumat di Masjid Babul Maghfirah Ingatkan Iman kepada Malaikat Pencatat Amal

ACEH BESAR – Shalat Jumat di Masjid Babul Maghfirah, Gampong Tanjong Seulamat, Kecamatan Darussalam, Aceh Besar, Jumat (3/10/2025) berlangsung khidmat. Dr. Tgk. Tarmizi Daud, bertindak sebagai khatib dan menyampaikan khutbah tentang pentingnya beriman kepada Allah dan malaikat-Nya.
Dalam khutbahnya, Tgk. Tarmizi menegaskan bahwa seorang muslim yang mengaku beriman wajib meyakini seluruh rukun iman yang ditetapkan dalam Al-Qur’an. Salah satunya adalah iman kepada malaikat, makhluk Allah yang mulia namun ghaib.
“Keimanan kepada malaikat adalah bukti bahwa iman tidak sekadar pada hal yang terlihat dengan mata, tetapi juga pada hal-hal ghaib yang diyakini oleh hati. Itulah sebabnya jumlah orang yang benar-benar beriman itu sedikit, karena tidak semua orang sanggup mempercayai sesuatu yang tidak kasat mata,” ungkapnya.
Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa di antara malaikat yang wajib diketahui, terdapat Rakib dan Atid yang senantiasa mencatat amal baik dan buruk setiap manusia. Semua itu dicatat secara teliti dari waktu ke waktu hingga akhir hayat.
Sebagai bukti, khatib mengutip firman Allah dalam Surat Qaf ayat 16–17:
“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya. (Yaitu) ketika dua malaikat mencatat amal perbuatannya, seorang duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri.”
Tgk. Tarmizi menegaskan bahwa semua amal perbuatan manusia, baik maupun buruk, akan terkumpul dalam kitab catatan amal yang kelak diperlihatkan di hadapan Allah pada hari kiamat.
“Beruntunglah orang yang ketika kitab amalnya diperlihatkan, ia melihat timbangan amal baik lebih banyak sehingga hidupnya berakhir dengan kebahagiaan. Namun betapa celaka bila seseorang justru mendapati catatan keburukannya menumpuk, sementara ia sudah tak mungkin kembali lagi ke dunia untuk memperbaikinya,” ujarnya.
Khutbah juga menyinggung bahwa setiap amal akan melekat pada diri manusia, sebagaimana firman Allah dalam Surat Al-Isra ayat 13: “Dan tiap-tiap manusia itu telah Kami tetapkan amal perbuatannya pada lehernya. Dan Kami keluarkan baginya pada hari kiamat sebuah kitab yang dijumpainya terbuka.”
Menurutnya, ayat ini menjadi peringatan agar umat Islam lebih berhati-hati dalam setiap perkataan dan perbuatan.
“Orang beriman akan menjaga diri, karena semua amal akan menjadi bukti di hadapan Allah. Di akhirat kelak, tidak ada penolong. Tidak seperti di dunia, mungkin masih ada yang bisa melindungi dengan kuasa atau jabatan. Di hadapan Allah, semua manusia akan berdiri sendiri dengan catatan amalnya,” tegasnya.
Tgk. Tarmizi juga menekankan bahwa Allah Maha Adil dan tidak akan menzalimi hamba-Nya. Setiap amal, sekecil apa pun, akan mendapat balasan yang setimpal.
Beliau mengutip firman Allah dalam Surat Az-Zalzalah ayat 7–8: “Maka barangsiapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasannya). Dan barangsiapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasannya).”
“Tidak ada amal manusia yang akan ditambah atau dikurangi. Semua akan ditimbang di hadapan Allah SWT secara adil, tanpa ada seorang pun yang dirugikan,” tegasnya.
Beliau kemudian mengingatkan jamaah agar menyadari kesempatan hidup yang masih diberikan oleh Allah SWT. Selama pintu taubat masih terbuka, umat Islam diminta untuk tidak menunda-nunda dalam memohon ampunan.
“Ketika kita masih diberi kesempatan hidup, jangan sia-siakan. Perbanyaklah memohon ampunan, segera bertaubat dan jangan menunda-nunda. Karena kita tidak tahu kapan ajal menjemput,” seru Tgk. Tarmizi.
Khatib lalu mengutip firman Allah dalam Surat Ali Imran ayat 133: “Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa.”
Mengakhiri khutbah, Tgk. Tarmizi mengajak jamaah untuk memperbanyak amal saleh, menjauhi perbuatan dosa, serta senantiasa memohon perlindungan Allah agar diberikan kekuatan iman hingga akhir hayat.