Yusril Ajak Umat Islam Renungi Makna Kemerdekaan

Ⓒ Hak cipta foto di atas dikembalikan sesungguhnya kepada pemilik foto

DEPOK – Tokoh nasional sekaligus pakar hukum tata negara, Prof. Yusril Ihza Mahendra, menyampaikan khutbah Jumat di Masjid Ukhuwah Islamiyah Universitas Indonesia (UI) Depok, Jumat (3/10/2025). Dalam khutbahnya, Yusril mengangkat tema “Refleksi Islam tentang Kemerdekaan, Kerja, dan Penegakan Hukum.”

Dalam kesempatan itu, Yusril menegaskan bahwa Islam memandang hari Jumat sebagai hari kerja, bukan hari libur. Ia mengutip Surah Al-Jumu’ah yang menyeru umat Islam untuk segera menunaikan salat Jumat, lalu kembali bertebaran mencari rezeki setelahnya.

“Sekiranya hari Jumat ini hari libur, tentu masjid akan sepi jamaahnya. Justru manfaat menjadikan Jumat sebagai hari kerja jauh lebih besar,” ujarnya.

Dia mengajak jamaah untuk merenungi perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia. Menurutnya, kemerdekaan 1945 bukan semata hasil kekuatan bangsa, melainkan benar-benar “atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa”.

“Selama tiga ratus tahun bangsa Indonesia berjuang, kita tidak pernah mengalahkan Belanda maupun Jepang. Mereka dikalahkan bangsa lain, dan kita mendapat kesempatan memproklamasikan kemerdekaan,” jelasnya.

Ia mengutip pandangan Haji Agus Salim yang menyatakan dua pesan penting dalam Pembukaan UUD 1945, yakni bahwa Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum tanpa usaha mereka sendiri, serta segala sesuatu terjadi hanya atas izin Allah semata.

Yusril juga menyinggung persoalan demonstrasi dan penegakan hukum. Ia menekankan bahwa demonstrasi adalah hak menyampaikan pendapat, namun tindakan anarkis seperti perusakan dan pembakaran harus ditindak tegas secara hukum.

“Penegakan hukum dalam Islam harus melalui otoritas negara, bukan dijalankan sendiri oleh individu. Jika tidak, yang terjadi hanyalah anarki,” tegasnya.

Yusril mengingatkan agar umat Islam tidak menjadi penonton di negeri sendiri. Ia mendorong umat agar ikut serta membangun bangsa dan mengelola negara pasca kemerdekaan.

“Negara ini kita bangun dengan susah payah, dengan darah dan air mata. Karena itu kita harus menjaganya, jangan menitipkan nasib umat kepada orang lain,” katanya.

Khutbah yang berlangsung di Masjid Ukhuwah Islamiyah UI ini ditutup dengan doa agar umat Islam mampu mengambil hikmah dari sejarah, bekerja keras, serta menegakkan hukum dan keadilan sesuai tuntunan agama. (*)