Suarakan Kritik Tajam, Salsa Erwina dan Rocky Gerung Sindir DPR yang Dinilai Jauh dari Amanah Rakyat

JAKARTA – Sebuah video diskusi publik yang menampilkan aktivis muda Salsa Erwina bersama pengamat politik Rocky Gerung viral di media sosial.
Dalam tayangan tersebut, keduanya menyuarakan kritik keras terhadap Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) yang dinilai telah melenceng dari semangat perjuangan rakyat.
Video berdurasi beberapa menit itu memperlihatkan suasana forum di mana keduanya berbicara lantang menyoroti perilaku elite politik di Senayan.
Mereka menilai gedung megah DPR yang seharusnya menjadi simbol perjuangan rakyat kini berubah menjadi panggung kemewahan dan kepentingan pribadi.
“Kalian duduk di kursi empuk hasil pajak rakyat, tapi lupa siapa yang membayar kursi itu,” ujar Salsa Erwina dengan nada tegas dalam potongan video tersebut.
Salsa menyoroti gaya hidup mewah sejumlah anggota dewan yang kerap memamerkan barang-barang bermerek, menaikkan gaji sendiri, namun enggan membahas Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset yang dinilai penting untuk memberantas praktik korupsi.
Menurutnya, sikap DPR yang terkesan abai terhadap kepentingan publik mencerminkan hilangnya rasa tanggung jawab moral terhadap rakyat yang diwakilinya.
Di sisi lain, Rocky Gerung menambahkan pandangan filosofisnya dengan kalimat yang memicu refleksi publik.
“Ijazah menandakan orang pernah sekolah, tapi bukan berarti pernah berpikir,” ungkap Rocky, menyinggung lemahnya kualitas nalar dan integritas para pejabat yang lebih sibuk mengejar jabatan ketimbang memperjuangkan kepentingan bangsa.
Kedua tokoh tersebut sepakat bahwa DPR hari ini tidak lagi merepresentasikan aspirasi rakyat sebagaimana mestinya. Lembaga legislatif itu, kata mereka, telah bergeser menjadi simbol kekuasaan yang jauh dari nilai-nilai moralitas dan keadilan sosial.
“Negeri ini tidak butuh dewan yang pandai berpidato, tapi dewan yang berani miskin demi kebenaran,” tegas Salsa dalam penutup video yang kini ramai dibagikan di berbagai platform media sosial.
Video itu oleh banyak warganet dianggap sebagai “tamparan moral” terhadap perilaku politik yang semakin elitis dan pragmatis. Komentar publik di kolom unggahan memperlihatkan dukungan luas terhadap pesan yang disampaikan keduanya.
Sebagian besar netizen memuji keberanian Salsa Erwina dan Rocky Gerung dalam menyampaikan kritik terbuka terhadap lembaga legislatif yang kini dinilai kehilangan arah moral dan fungsi pengawasan.
Hingga Senin (6/10/2025), video tersebut telah dibagikan ribuan kali di platform X (Twitter), Instagram, dan YouTube.
Banyak pengamat menilai bahwa kritik semacam ini mencerminkan meningkatnya kekecewaan masyarakat terhadap DPR, terutama di tengah isu penundaan pembahasan RUU penting dan meningkatnya fasilitas bagi pejabat negara.
Meski begitu, hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak DPR RI atas kritik yang dilontarkan dalam video tersebut.
Beberapa anggota DPR hanya menilai bahwa pernyataan semacam itu merupakan bagian dari dinamika demokrasi yang harus dihargai, selama disampaikan dengan data dan niat membangun.