NBA: Preview Season

Ⓒ Hak cipta foto di atas dikembalikan sesungguhnya kepada pemilik foto

BANDA ACEH – Setiap Oktober, NBA terasa seperti menekan tombol Reset. Perdagangan musim panas, draft, prediksi berani, dan drama di luar lapangan — semuanya menghapus catatan lama, membuka jalan bagi alur cerita baru yang akan terungkap. Musim 2025/26 menjanjikan sesuatu yang istimewa: liga sedang mengalami perubahan besar-besaran, dan keseimbangan kekuatan tidak lagi seperti setahun yang lalu. Siapa saja kandidat teratas saat ini? Temukan jawabannya dalam preview 1xBet Indonesia.

Timur: Pahlawan Baru dan Harapan Besar

Ilustrasi paling mencolok dari tesis di atas adalah proses rebuilding di Boston. Setelah Jayson Tatum mengalami cedera serius di babak semifinal konferensi, pemilik baru tim memutuskan bahwa mereka tidak bersedia membayar pajak yang sangat tinggi untuk skuad yang dipenuhi bintang. Porziņģis, Holiday, dan Horford telah meninggalkan tim, dan tidak akan mengejutkan jika Derrick White juga akan ditukar berikutnya.

Memanfaatkan kesempatan ini, beberapa tim Konferensi Timur telah bertaruh besar, berharap menggantikan favorit musim lalu. New York berpisah dengan Tom Thibodeau, menandakan hilangnya kepercayaan pada sistem lama. Kini, dengan Brunson, Towns, Bridges, dan Anunoby, Knicks tampaknya menjadi kandidat utama untuk gelar juara, tetapi semuanya bergantung pada bagaimana pelatih kepala Mike Brown menangani tekanan.

Sementara itu, Orlando melakukan langkah berani dengan menukar Desmond Bane. Kemampuan menembaknya, dikombinasikan dengan kreativitas Paolo Banchero dan fleksibilitas Franz Wagner, bisa mengubah Magic menjadi kuda hitam atau setidaknya pesaing kuat untuk final Konferensi Timur.

Milwaukee masih dalam perhitungan. Dengan Giannis bermain di level yang kita lihat selama EuroBasket, tim ini pasti bisa memastikan tempat di playoff. Di luar itu, banyak hal akan bergantung pada seberapa baik center Myles Turner beradaptasi dengan sistem.

Sebuah faktor tak terduga adalah Atlanta, yang telah merekrut Kristaps Porziņģis dan Luke Kennard untuk berpasangan dengan Trae Young. Jika Zaccharie Risacher terus berkembang, tim ini bisa menjadi ancaman serius bahkan bagi tim-tim teratas di Wilayah Timur.

Barat: Pertarungan Para Raksasa

Konferensi Barat selalu menjadi arena persaingan ambisi dan bintang-bintang besar, dan musim mendatang tidak terkecuali. Houston berhasil melakukan perdagangan besar, menarik Kevin Durant dari Phoenix. Dengan KD, Rockets langsung menjadi kandidat juara, tetapi pertanyaan tetap ada: apakah Durant akan tetap sehat, dan apakah inti muda tim akan beradaptasi dengan gaya bermainnya?

Denver tetap berpegang pada keyakinannya bahwa Nikola Jokić bukan hanya seorang bintang besar, tetapi sebuah sistem tersendiri — yang mampu menjaga tim tetap di puncak bahkan dalam situasi terberat. Penambahan Jonas Valančiūnas memberikan Nuggets cadangan yang andal, artinya tim tidak akan terlalu menderita saat pemain Serbia itu butuh istirahat.

The Lakers, dengan LeBron James dan Luka Dončić, sekali lagi menantang logika. Dončić menurunkan berat badannya selama musim panas dan tampil tajam di EuroBasket, sementara LeBron, untuk pertama kalinya dalam bertahun-tahun, memasuki musim dengan ketidakpastian tentang masa depannya. Semua ini terasa seperti simboliknya estafet dari satu superstar generasi ke generasi berikutnya.

Sementara itu, Oklahoma City memasuki musim sebagai juara bertahan dan favorit jelas. Shai Gilgeous-Alexander siap mendominasi. Baik Jalen maupun Jaylin Williams, serta Chet Holmgren, telah menandatangani perpanjangan kontrak, dan pemain inti dari musim lalu semua kembali. Thunder memiliki semua yang mereka butuhkan untuk membangun dinasti.

Kuda hitam Konferensi Barat? Dallas. Tim ini telah merekrut Cooper Flagg dan masih memiliki Anthony Davis. Jika Kyrie Irving kembali pada 2026 dari cedera dengan semangat dan tekad yang sama, Jason Kidd akan memiliki rotasi yang cukup kuat untuk bersaing memperebutkan tempat di Final Konferensi.

Namun, jangan lupa: NBA jarang mengikuti logika. Hanya kemarin, Indiana bermain di Final NBA, dan hari ini, mereka mungkin gagal lolos ke playoff setelah cedera Tyrese Haliburton. Dua musim lalu, manajemen Dallas dikritik karena menukar Luka Dončić, dan kini orang-orang mengatakan bahwa perdagangan itu justru membuka jalan bagi kedatangan Flagg.

Di NBA, segalanya bisa berubah dalam seminggu — dan itulah yang membuat liga ini begitu tak terduga dan dicintai oleh jutaan orang di seluruh dunia.