Guru SMAN 1 Peukan Bada Berbagi Ilmu Lewat Kegiatan Diseminasi

ACEH BESAR — Para guru di SMAN 1 Peukan Bada terus menumbuhkan budaya berbagi ilmu melalui kegiatan diseminasi hasil pelatihan. Program ini menjadi salah satu upaya sekolah dalam meningkatkan profesionalisme pendidik dan memastikan setiap guru mendapatkan manfaat dari pelatihan yang diikuti oleh rekan sejawat.
Kepala SMAN 1 Peukan Bada, Hj. Nurwani, ., ., menegaskan bahwa setiap guru yang mengikuti pelatihan atau workshop di luar sekolah diwajibkan menyampaikan kembali ilmu dan pengalaman yang diperoleh kepada guru lainnya. Sekolah turut memfasilitasi kegiatan tersebut agar dampaknya meluas dan meningkatkan kualitas pembelajaran di lingkungan sekolah.
“Ilmu tidak boleh berhenti di satu orang saja. Melalui diseminasi, manfaatnya bisa dirasakan bersama untuk kemajuan sekolah,” ujar Hj. Nurwani.
Tidak hanya guru, semangat berbagi juga diterapkan kepada para siswa, terutama pengurus OSIS, ROHIS, PMR, dan UKS. Rosmawar, ., ., selaku Wakil Kepala Bidang Kesiswaan menjelaskan bahwa setiap siswa yang mengikuti pelatihan di luar sekolah wajib menularkan pengetahuan baru kepada rekan-rekannya. Pernyataan ini turut dibenarkan oleh Silvia Kesuma Budi, ., Pembina OSIS SMAN 1 Peukan Bada.
Sementara itu, Muhammad Yani, ., ., Wakil Kepala Bidang Humas, mengatakan bahwa pada Rabu (8/10/2025), beberapa guru telah melaksanakan diseminasi secara panel, yaitu Indah Yanfikasari, . (guru Matematika), Karina, . (guru BK), dan Yuliastuti, S.E. (guru Ekonomi).
“Kegiatan diseminasi adalah bentuk keikhlasan guru dalam berbagi pengetahuan. Ini tradisi positif yang patut dicontoh oleh sekolah-sekolah lainnya,” tutur Muhammad Yani.
Dalam pemaparan materi, para guru membahas hasil pelatihan mengenai pendekatan pembelajaran mendalam atau deep learning.
Indah Yanfikasari menekankan pentingnya membangun kerangka berpikir positif siswa sebelum pembelajaran dimulai.
“Anak yang memiliki pola pikir positif akan lebih mudah mengikuti proses belajar,” ujarnya.
Sementara itu, Karina menyoroti peran guru sebagai pembimbing yang adil dan penuh empati.
“Guru harus memberikan pendampingan menyeluruh—olah pikir, olah hati, olah rasa, dan olah raga—tanpa membeda-bedakan latar belakang siswa,” jelasnya.
Yuliastuti menambahkan bahwa penilaian terhadap peserta didik harus dilakukan secara objektif dan menyeluruh.
“Kadang siswa yang dianggap bandel justru memiliki potensi akademik tinggi. Guru tidak boleh menilai hanya dari perilaku tanpa melihat kemampuan lainnya,” tegasnya.
Kegiatan diseminasi akan berlanjut pada Kamis (9/10/2025) dengan pemaparan oleh Jhon Abdi, ., ., dilanjutkan dengan materi Coding dan Artificial Intelligence (AI) oleh Ilham, ., serta pembagian pengalaman pelatihan dari Maulina Adnan, . bersama pengurus MGMP Bahasa Inggris di Aula Dinas Pendidikan Aceh.
Melalui program diseminasi ini, SMAN 1 Peukan Bada berharap seluruh guru dan siswa terus mengembangkan kompetensi, memperkuat budaya kolaborasi, dan menjadikan semangat berbagi ilmu sebagai bagian dari karakter sekolah unggul.