Setiap Manusia Akan Menyesal di Akhirat

BANDA ACEH – Tidak ada seorang pun manusia yang terbebas dari rasa penyesalan ketika kelak dibangkitkan di akhirat. Demikian pesan penuh makna yang disampaikan Ustadz Dr. . Ilham Maulana, dalam tausyiahnya usai salat Subuh berjamaah di Masjid Babul Maghfirah Gampong Tanjong Seulamat, Rabu, kemarin.
Dalam tausyiahnya, Ustadz Ilham menjelaskan bahwa pada hari kebangkitan nanti, seluruh manusia akan tersadar bahwa kehidupan dunia yang mereka jalani ternyata sangat singkat dibandingkan dengan kehidupan akhirat yang kekal. Saat itulah penyesalan menyelimuti semua orang—baik yang taat maupun yang lalai.
“Tidak ada manusia yang tidak menyesal di hari akhir. Yang berbuat dosa menyesal karena terlalu banyak lalai, sementara yang taat pun menyesal karena merasa belum cukup beramal,” ujar Ustadz Ilham mengutip makna beberapa ayat Al-Qur’an.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa lebih baik seseorang menyesal di dunia daripada menyesal di akhirat. Sebab, menurutnya, penyesalan di dunia masih memberi ruang bagi manusia untuk memperbaiki diri, bertaubat, dan memperbanyak amal. Sementara penyesalan di akhirat sudah tidak ada waktu untuk kembali.
“Kalau kita menyesal sekarang, itu tandanya Allah masih sayang. Kita masih diberi kesempatan memperbaiki diri. Tapi kalau penyesalan itu datang di akhirat, semuanya sudah terlambat,” ungkapnya.
Ustadz Ilham juga mengingatkan bahwa penyesalan terbesar akan dirasakan oleh mereka yang mengabaikan waktu hidup di dunia, yang menghabiskan umur untuk hal sia-sia tanpa mempersiapkan bekal menuju akhirat. Namun, bahkan orang saleh pun akan merasakan penyesalan serupa—menyesal karena tidak bisa menambah lebih banyak amal kebaikan saat masih diberi kesempatan.
“Ketika tirai akhirat terbuka, barulah manusia melihat dengan mata hati yang jernih, betapa berharganya satu detik di dunia untuk berbuat baik,” lanjutnya.
Menutup tausyiahnya, beliau mengajak jamaah untuk memperbanyak amal saleh, memperbaiki hubungan dengan sesama, dan senantiasa bertaubat sebelum ajal menjemput. Menurutnya, cara terbaik agar tidak terjerat penyesalan di akhirat adalah dengan menyadari nilai waktu dan kesempatan yang Allah masih berikan hari ini.
“Gunakan waktu hidup untuk mendekat kepada Allah, karena nanti ketika maut tiba, waktu itu tidak akan kembali,” tutupnya.
Tausyiah subuh yang berlangsung penuh keheningan dan renungan itu diakhiri dengan doa penutup majelis, memohon ampunan dan ridha Allah, serta berharap agar seluruh jamaah dijauhkan dari penyesalan yang tiada guna di akhirat kelak.