CMSE 2025 Pecahkan Rekor Pengunjung, Pasar Modal Kian Diminati Masyarakat

Ⓒ Hak cipta foto di atas dikembalikan sesungguhnya kepada pemilik foto

JAKARTA – Gelaran Capital Market Summit & Expo (CMSE) 2025 yang digelar Bursa Efek Indonesia (BEI) berlangsung meriah dan sukses memecahkan rekor jumlah pengunjung.

Selama dua hari pelaksanaan, 17–18 Oktober 2025, ajang edukasi dan pameran pasar modal itu mencatat pengunjung langsung, meningkat lebih dari 50 persen dibandingkan tahun lalu.

Direktur Pengembangan BEI, Jeffrey Hendrik, mengatakan antusiasme masyarakat sangat tinggi hingga antrean pengunjung mengular dari lobi Gedung BEI hingga pintu masuk MRT Istora Mandiri yang berjarak sekitar 500 meter.

“Ini bukti nyata besarnya minat masyarakat untuk mengenal lebih dekat dunia pasar modal,” kata Jeffrey, Sabtu (18/10).

Total peserta CMSE 2025, baik yang hadir langsung maupun daring, mencapai orang, naik 12,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Dari jumlah itu, orang mengikuti secara daring melalui kanal YouTube BEI dan kegiatan nonton bareng di berbagai kantor perwakilan BEI di Indonesia.

Selama dua hari, pengunjung disuguhi beragam kegiatan menarik, mulai dari seminar, podcast bersama publik figur Nycta Gina dan El Rumi, hingga talk show olintas agama bersama Husein Ja’far Al Hadar, Pendeta Marcel, dan Bhante Dhirapunno.

Kegiatan juga diwarnai kisah inspiratif para investor rakyat, penandatanganan kerja sama antara PT Majoris Asset Management dan Istiqlal Global Fund untuk pengelolaan produk wakaf saham, serta sesi motivasi kesehatan bersama Ade Rai.

Jeffrey menyebut, tema CMSE 2025 “Pasar Modal untuk Rakyat, Satu Pasar Berjuta Peluang” menggambarkan semangat inklusif agar masyarakat dari berbagai kalangan bisa terlibat dalam pasar modal.

“CMSE bukan sekadar pameran, tetapi ajang bersama untuk memperkuat literasi, inklusi, dan partisipasi masyarakat dalam pertumbuhan pasar modal berkelanjutan,” ujarnya.

Selain acara utama di Jakarta, BEI juga menggelar rangkaian kegiatan Road to CMSE 2025 di berbagai daerah sejak Maret hingga Oktober. Kegiatan ini berhasil menjaring peserta dan mencetak investor baru. Sementara program Guruku Investor Saham diikuti guru dan tenaga pendidik, melahirkan investor baru.

Dengan dukungan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), anggota bursa, perusahaan tercatat, dan para mitra lainnya, BEI berharap CMSE 2025 menjadi momentum memperkuat pasar modal Indonesia yang semakin kuat, inklusif, dan berdaya saing.

“Dengan pasar modal untuk rakyat, akan tercipta satu pasar dengan berjuta peluang untuk tumbuh dan maju bersama,” tutup Jeffrey.