Guru SLB Banda Aceh Resti Tazkirah Raih Terbaik II di Ajang GTK Aceh 2025

Ⓒ Hak cipta foto di atas dikembalikan sesungguhnya kepada pemilik foto

BANDA ACEH – Prestasi membanggakan kembali diraih dunia pendidikan luar biasa Aceh. Resti Tazkirah Tanjung, guru SLB Negeri Banda Aceh, berhasil meraih Terbaik II Kategori Guru Dedikatif dalam ajang Apresiasi Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Tahun 2025 tingkat Provinsi Aceh, yang berlangsung pada 2–5 November 2025 di Hotel Permata Hati, Banda Aceh.

Saat diwawancarai Jum’at (7/11/2025), Resti mengaku motivasinya menjadi guru pendidikan luar biasa berawal dari keinginannya untuk bersama dan membersamai teman-teman disabilitas, membantu mereka berkembang sesuai potensi yang dimiliki.

“Motivasi saya sederhana, ingin selalu membersamai teman-teman disabilitas agar mereka bisa tumbuh percaya diri dan berdaya,” ujarnya.

Dalam ajang apresiasi tersebut, Resti mengembangkan tulisan tentang pemanfaatan media sosial TikTok untuk pengembangan potensi siswa tunadaksa dan tunanetra di sekolahnya. Sebelumnya, ia juga meraih Juara III Guru Berprestasi (Gupres) tingkat Kota Banda Aceh dengan inovasi berupa booklet pembelajaran yang berkaitan dengan konten edukatif digital.

“Perasaannya tentu sangat senang. Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi bagi diri sendiri dan acuan bahwa praktik baik yang dilakukan untuk siswa diakui serta dinilai oleh juri yang berkompeten,” tuturnya.

Resti menyebut keberhasilannya tidak terlepas dari dukungan banyak pihak. Ia menegaskan yang paling berperan dalam pencapaian ini adalah para siswa berkebutuhan khusus yang setiap hari menjadi sumber inspirasi dan semangat baginya untuk terus berinovasi, serta rekan sejawat di SLB Negeri Banda Aceh yang senantiasa memberikan dukungan dan kolaborasi positif.

“Mereka adalah alasan saya terus belajar dan berusaha menciptakan pembelajaran yang menyenangkan serta bermakna. Tanpa dukungan siswa dan rekan guru, penghargaan ini tidak akan tercapai,” ungkapnya.

Resti berharap penghargaan ini menjadi semangat baru bagi seluruh guru pendidikan khusus di Aceh.

“Saya ingin anak-anak berkebutuhan khusus semakin maju dengan kemahiran mereka, dan didampingi guru-guru hebat yang mampu mengasah potensi mereka,” pungkasnya.

Reporter: Awal R