Korban Meninggal Akibat Banjir-Longsor Aceh Bertambah Jadi 156 Orang, 181 Masih Hilang

BANDA ACEH – Jumlah korban jiwa akibat bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sebagian besar wilayah Aceh terus bertambah. Berdasarkan data sementara yang diperoleh media ini melalui portal , hingga Senin (1/12/2025) pukul WIB, tercatat 156 orang meninggal dunia, 181 orang masih hilang, dan orang mengalami luka-luka.
“Dari data sementara, korban luka ringan berjumlah orang, luka berat 403 orang, meninggal dunia 156 orang, dan 181 orang masih dinyatakan hilang,” ujar Jubir Posko Komando Kantor Gubernur Aceh, Murthalamuddin, Senin 1 Desember 2025.
Bencana ini terjadi di 18 kabupaten/kota dan berdampak pada jiwa atau kepala keluarga (KK). Hingga saat ini, jumlah pengungsi tercatat jiwa yang tersebar di 828 titik pengungsian di seluruh wilayah terdampak.
Selain korban jiwa, bencana ini juga menyebabkan kerusakan fasilitas umum, termasuk 138 unit perkantoran, 50 unit tempat ibadah, 161 unit sekolah, dan 4 pondok pesantren. Sementara itu, kerusakan infrastruktur meliputi 295 titik jalan dan 146 unit jembatan.
Kerugian harta benda masyarakat juga signifikan, dengan unit rumah terdampak, 182 ekor ternak hilang, serta lahan pertanian meliputi hektare sawah dan hektare kebun.
Murthalamuddin menambahkan, data per kabupaten/kota dapat diakses melalui Portal Satu Data Aceh dan tautan laporan yang dibagikan posko. Pembaruan data dilakukan secara berkala di Ruang Potda 1 Lantai 3 Kantor Gubernur Aceh, pusat operasional posko penanggulangan bencana.
“Data ini bersifat sementara dan akan terus diperbarui sesuai perkembangan di lapangan,” kata Murthalamuddin. []