Darurat! Aceh Tamiang Terisolir, Warga Khawatir Meninggal Kelaparan

BANDA ACEH – Kabupaten Aceh Tamiang, salah satu daerah di Provinsi Aceh, saat ini sangat terisolasi akibat bencana banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah tersebut pada 26 November 2025. Warga mengalami krisis pangan karena akses ke daerah terdampak terputus dan bantuan terhambat.
Seorang warga, Muhammad Hendra, yang berhasil mencapai Pangkalan Susu di Sumatera Utara melalui perjalanan darat, mengatakan kondisi di Aceh Tamiang sangat memprihatinkan.
“Aceh Tamiang terisolasi dan warga kelaparan. Ini saya sudah sampai di Pangkalan Susu. Jalan kaki dan numpang bersama keluarga ke Pangkalan Susu, Sumatera Utara,” kata Hendra melalui WhatsApp Group, Rabu (3/12/2025).
Warga berharap pemerintah pusat segera menetapkan Aceh berstatus tanggap bencana nasional agar bantuan logistik dan evakuasi dapat segera dilakukan. Mereka khawatir jika penanganan lambat, korban jiwa bukan hanya karena banjir tetapi juga kelaparan.
Warga dan kondisi Desa Sekumur yang terisolir pascabanjir bandang yang meluluhlantakkan wilayah tersebut pada 27 November 2025. FOTO/Dok. Warga.
“Mohon atensi dari kawan-kawan untuk mendesak pemerintah pusat untuk menetapkan Aceh status tanggap bencana nasional sehingga Kabupaten Aceh Tamiang terbantu. Jangan sampai warga Aceh Tamiang meninggal bukan karena banjir tapi kelaparan,” pungkas Hendra.
Lebih lanjut, Hendra mengungkapkan warga Aceh Tamiang, tepatnya di Kecamatan Sekerak dan Bandar Pusaka seperti Kampung Sekumur, Sulum, dan Pante Jempa, masih terisolasi karena jembatan di Lubuk Sidup putus.
“Mereka hari ini sangat kekurangan makanan. Oleh sebab itu, mereka berharap bantuan pemerintah untuk bisa membuka akses isolasi dan mendistribusikan bantuan pangan ke lokasi tersebut.”
Banjir bandang yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang pada Rabu (26/11/2025) menimbulkan korban jiwa dan orang hilang serta merusak ribuan rumah warga. Akibatnya, jiwa dari kepala keluarga terpaksa mengungsi.
Kondisi ini diperparah dengan putusnya akses transportasi sehingga distribusi bantuan logistik terganggu. []