Pemkab Pidie Jaya Salurkan 7,5 Ton Beras untuk Warga Gampong Meunasah Lhok

Ⓒ Hak cipta foto di atas dikembalikan sesungguhnya kepada pemilik foto

PIDIE JAYA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie Jaya menyalurkan bantuan beras sebanyak 7,5 ton untuk warga Gampong Meunasah Lhok, Kecamatan Meureudu, Kamis (25/12/2025). Bantuan tersebut diperuntukkan bagi warga yang terdampak bencana banjir besar yang melanda wilayah itu pada 26 hingga 28 November 2025 kemarin.

Keuchik Gampong Meunasah Lhok, Rahmadi Ibrahim, mengatakan bantuan dari Pemkab Pidie Jaya tersebut diterima di posko utama pengungsi yang berlokasi di Dusun Pulo. Bantuan beras ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan warga yang masih dalam masa pemulihan pascabencana.

“Alhamdulillah, hari ini bantuan beras sebanyak 7,5 ton dari Pemkab Pidie Jaya telah kami terima di posko pengungsi. Bantuan ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat kami yang terdampak banjir beberapa waktu lalu,” ujar Rahmadi.

Ia menjelaskan, banjir besar yang terjadi pada akhir November 2025 menyebabkan ratusan warga harus mengungsi, serta mengakibatkan kerusakan pada rumah warga, fasilitas umum, dan lahan pertanian. Hingga saat ini, sebagian masyarakat masih berupaya memulihkan kondisi ekonomi dan kehidupan sehari-hari mereka.

Pantauan di lokasi, tampak para perangkat gampong turut membantu proses penurunan dan penataan beras di posko pengungsi. Bantuan tersebut selanjutnya akan didistribusikan kepada warga sesuai dengan data penerima yang telah dihimpun oleh aparatur gampong.

Selain bantuan dari pemerintah, Gampong Meunasah Lhok juga menerima dukungan dari berbagai pihak lainnya. Rahmadi menyebutkan, sejumlah tim medis dari beberapa lembaga, termasuk perguruan tinggi, rumah sakit daerah, serta lembaga swadaya masyarakat (LSM), baik dari dalam maupun luar daerah yang memiliki program kesehatan, turut datang memberikan layanan kesehatan bagi warga terdampak banjir.

Tidak hanya itu, upaya pemulihan psikologis juga diberikan kepada anak-anak korban banjir. Bentuk dukungan tersebut berupa intervensi trauma healing serta bantuan perangkat sekolah, seperti tas, alat tulis, dan perlengkapan belajar lainnya, guna membantu anak-anak kembali beraktivitas dan bersekolah seperti sediakala.

“Kami atas nama masyarakat mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu. Semoga Allah SWT membalas kebaikan semua pihak yang tulus membantu,” pungkas Rahmadi Ibrahim. []