Musibah Ujian bagi Orang Beriman

BANDA ACEH – Musibah yang diturunkan Allah SWT bukan sekadar peristiwa alam, melainkan memiliki makna dan pesan mendalam bagi manusia.
Hal tersebut akan disampaikan oleh Abah Rustandi Qamaruddin, dalam khutbah Jumat pada Jumat (26/12), menyikapi musibah banjir bandang dan longsor yang melanda sejumlah wilayah.
Dalam khutbahnya, Abah Rustandi mengutip firman Allah SWT dalam QS Al-Ankabut ayat 2, bahwa musibah merupakan bagian dari ujian keimanan bagi manusia. Menurutnya, ketika Allah mendatangkan musibah, manusia akan terbagi ke dalam tiga kelompok.
“Pertama, musibah sebagai ujian. Kedua, musibah sebagai teguran dan peringatan. Ketiga, musibah sebagai azab dari Allah SWT,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kelompok pertama adalah orang-orang beriman yang taat beribadah dan berbuat kebaikan. Musibah yang menimpa mereka merupakan ujian untuk meningkatkan derajat keimanan dan ketakwaan di sisi Allah SWT.
Kelompok kedua, lanjutnya, adalah orang-orang beriman yang imannya mulai melemah. Mereka menjalankan perintah Allah, namun masih mencampuradukkan antara kebenaran dan kebatilan, antara ketaatan dan kemaksiatan. “Musibah bagi kelompok ini adalah bentuk teguran dan peringatan agar mereka kembali ke jalan yang benar,” katanya.
Sementara kelompok ketiga adalah orang-orang yang telah melampaui batas, melakukan kerusakan di darat dan di laut, menyalahgunakan jabatan dan kekuasaan, merusak alam, membabat hutan, serta mengeksploitasi bumi secara berlebihan. Abah Rustandi mengutip QS Ar-Rum ayat 41, yang menegaskan bahwa kerusakan di muka bumi terjadi akibat perbuatan manusia sendiri.
“Maka Allah berikan mereka sedikit azab agar mereka merasakan akibat dari apa yang telah mereka perbuat,” tegasnya.
Dalam konteks musibah banjir bandang dan longsor yang terjadi, Abah Rustandi mengajak jamaah untuk melakukan introspeksi diri. Ia mengingatkan agar setiap muslim bertanya pada dirinya sendiri, termasuk dalam kelompok yang manakah mereka saat ini.
“Apakah kita termasuk orang yang diuji, ditegur dan diperingatkan, atau bahkan termasuk orang yang diazab oleh Allah?” ungkapnya di hadapan jamaah.
Ia menambahkan, apabila termasuk kelompok yang diuji, maka hendaknya meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta meyakini bahwa semua musibah datang atas izin Allah SWT, sebagaimana firman-Nya dalam QS At-Taubah ayat 51.
Namun jika termasuk orang-orang yang ditegur atau bahkan diazab, Abah Rustandi mengajak untuk segera bertaubat, memohon ampun kepada Allah SWT, memperbaiki diri, serta memperbanyak amal saleh agar dosa-dosa dihapus dan kelak menghadap Allah dalam keadaan husnul khatimah.
“Jangan lagi kita campuradukkan antara yang haq dan yang batil,” pungkasnya.
Abah Rustandi Qamaruddin, diketahui merupakan Koordinator Da’i Kota Banda Aceh, Kepala Bidang Dakwah BKMT Aceh, Pengurus DMI Kota Banda Aceh, serta Imam Masjid Al-Hidayah Dusun Meusara Agung dan Imam Masjid Annur TVRI. (*)