Warga Korban Banjir di Pidie Jaya Harap Dana Bantuan Rumah Segera Dicairkan

PIDIE JAYA – Warga korban banjir di Kabupaten Pidie Jaya sangat berharap pemerintah segera mencairkan dana bantuan perbaikan rumah. Hingga kini, banyak warga masih belum dapat menempati rumah mereka akibat kerusakan parah dan sisa lumpur yang belum dibersihkan.

Khadijah, warga Gampong Meunasah Lhok, Kecamatan Meureudu, mengatakan kondisi rumahnya hingga hari ini masih terendam lumpur dan tidak layak huni. Ia mengaku belum mengetahui harus tinggal di mana, sementara bulan suci Ramadhan sudah semakin dekat.

“Rumah saya sampai hari ini belum bisa ditempati. Masih penuh lumpur dan belum ada perbaikan. Kami sangat berharap bantuan segera cair, karena sebentar lagi Ramadhan,” ujar Khadijah, Kamis (1/1/2026).

Ia menambahkan, hingga saat ini belum ada hunian sementara yang dibangun untuk warga terdampak banjir di gampongnya. Kondisi tersebut membuat dirinya dan keluarga berada dalam ketidakpastian.

Tidak hanya Khadijah, ratusan warga lainnya juga menghadapi permasalahan serupa sebagai korban banjir. Bahkan, warga yang rumahnya hanyut atau tenggelam lumpur hingga kini belum mendapatkan kepastian terkait bantuan rumah maupun penyediaan hunian sementara di gampong mereka.

Warga berharap pemerintah daerah dan pihak terkait dapat segera mengambil langkah konkret, terutama percepatan pencairan dana bantuan rumah, agar mereka dapat kembali memiliki tempat tinggal yang layak dan menjalani ibadah Ramadhan dengan lebih tenang.

Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Pidie Jaya beberapa waktu lalu menyebabkan ratusan rumah warga rusak, hanyut, dan terendam lumpur, sehingga banyak keluarga terpaksa bertahan di tempat seadanya.

Hingga berita ini diturunkan, media ini sedang berupaya untuk mendapatkan konfirmasi dari pihak terkait.[]