Badai Musim Dingin Rendam Tempat Pengungsian Gaza, Tragedi Kemanusiaan Kian Memburuk

Ⓒ Hak cipta foto di atas dikembalikan sesungguhnya kepada pemilik foto

GAZA – Hujan lebat disertai angin kencang membanjiri sejumlah tempat penampungan pengungsi di berbagai wilayah Jalur Gaza, memperburuk kondisi kemanusiaan warga Palestina yang terlantar di tengah kerusakan luas akibat perang. Laporan ini dilansir Anadolu pekan ini.

Badai musim dingin terbaru, termasuk depresi cuaca sebelumnya, dilaporkan telah menewaskan sedikitnya 17 orang, di antaranya anak-anak. Korban jiwa terjadi akibat bangunan runtuh serta tenda-tenda pengungsian yang tersapu angin kencang.

Memasuki awal 2026, tragedi kemanusiaan di Gaza terus memburuk. Pada hari pertama tahun ini, seorang ibu pengungsi dan anaknya dilaporkan tewas akibat kedinginan setelah api melalap tenda tempat mereka berlindung. Insiden tersebut terjadi hanya beberapa menit setelah seorang anak bernama Malak Ghneim meninggal dunia akibat kedinginan parah di tenda pengungsian terpisah.

Cuaca ekstrem semakin memperparah krisis kemanusiaan di Gaza yang telah hancur setelah berbulan-bulan konflik. Ribuan keluarga pengungsi kini hidup tanpa perlindungan memadai, dengan keterbatasan akses terhadap air bersih, pemanas, serta kebutuhan dasar lainnya.

Sejak Oktober 2023, tentara Israel dilaporkan telah membunuh lebih dari 71.200 warga Palestina, sebagian besar perempuan dan anak-anak, serta melukai lebih dari 171.200 orang lainnya dalam serangan yang juga menghancurkan infrastruktur sipil di wilayah tersebut.

Hingga kini, situasi kemanusiaan di Jalur Gaza terus memburuk seiring berlanjutnya konflik dan terbatasnya akses bantuan bagi warga terdampak.