Trump Klaim AS Lakukan Serangan Besar ke Venezuela, Maduro Disebut Ditangkap

Ⓒ Hak cipta foto di atas dikembalikan sesungguhnya kepada pemilik foto

WASHINGTON — Beberapa jam setelah serangan Amerika Serikat terhadap ibu kota Venezuela, Caracas, Presiden AS Donald Trump mengklaim bahwa Washington telah melancarkan operasi militer berskala besar terhadap Venezuela dan kepemimpinannya.

Mengutip laporan Al Mayadeen English, Trump menyampaikan melalui akun Truth Social bahwa “Amerika Serikat telah berhasil melaksanakan serangan besar-besaran terhadap Venezuela dan pemimpinnya.”

Dalam pernyataannya, Trump juga mengklaim Presiden Venezuela Nicolás Maduro dan istrinya telah “ditangkap dan diterbangkan ke luar negeri.” Hingga saat ini, belum ada konfirmasi independen maupun pernyataan resmi dari otoritas Venezuela terkait klaim tersebut.

Trump mengatakan operasi tersebut dilakukan dengan koordinasi bersama aparat penegak hukum Amerika Serikat. Ia berjanji akan menyampaikan rincian lebih lanjut dalam konferensi pers yang dijadwalkan berlangsung pukul waktu setempat di kediamannya, Mar-a-Lago.

Sementara itu, Menteri Pertahanan Venezuela Vladimir Padrino López mengecam keras serangan militer Amerika Serikat yang disebutnya menyasar kawasan sipil. Ia menilai tindakan tersebut sebagai agresi keji yang didorong oleh ambisi untuk menguasai sumber daya strategis Venezuela.

Padrino López menegaskan penolakan Venezuela terhadap kehadiran pasukan asing di wilayahnya dan menyatakan pemerintah serta angkatan bersenjata siap melakukan perlawanan. Ia juga menyerukan komunitas internasional untuk meminta pertanggungjawaban Washington atas serangan tersebut.

Otoritas Venezuela, menurut laporan tersebut, saat ini masih melakukan penilaian terhadap dampak serangan, termasuk kemungkinan adanya korban sipil.