Dedi Mulyadi Balas Pandji Soal Orang Sunda Bermasalah Pilih Pemimpin

Ⓒ Hak cipta foto di atas dikembalikan sesungguhnya kepada pemilik foto

BANDA ACEH  – Sosok Komika Pandji Pragiwaksono viral beberapa pekan belakangan.

Potongan videonya ketika tampil dalam pertunjukan stand-up comedy spesialnya, ‘Mens Rea’ itu viral di berbagai platform media sosial.

Sejumlah kritik hingga lelucon Politik ‘tepi jurang’ yang disampaikannya diunggah ulang masyarakat.

Satu di antaranya soal warga yang cenderung suka dan memilih pemimpin berdasarkan pencitraan dan popularitas.

Dirinya mencontohkan warga Jawa Barat yang memilih pemimpin dari kalangan artis.

Meski tidak tahu menahu soal kinerja dan kemampuan ‘sang artis’ yang mencalonkan diri dalam Pilkada, warga Jawa Barat katanya tetap suka dan memilih.

“Ada lagi yang milih berdasarkan yang populer. Gue gak tau nih orang bisa kerja atau enggak. Gue gak tau ahlaknya nih orang, pokoknya populer aja,” ungkap Pandji dalam pertunjukan stand-up comedy spesialnya, ‘Mens Rea’.

“Artis. Nah ini di antara masyarakat Indonesia, gue sadari masalah terbesar nih untuk permasalahan ini tuh adanya di Jawa Barat. Orang Sunda,” tambahnya.

Orang Sunda katanya memilih pemimpin berdasarkan popularitasnya.

Dirinya menyinggung Deddy Mizwar dan Dede Yusuf.

“Orang Sunda seneng banget milih artis. Gubernur mereka waktu itu Deddy Mizwar, artis film. Wakil gubernur mereka, Dede Yusuf, artis TV,” ungkap Pandji.

“Sekarang gubernurnya, Dedi Mulyadi, artis Youtube!” tegasnya.

“Banyak yang gak suka, banyak yang gak suka. Santai aja A****!” ujarnya disambut gelak tawa penonton.

Tanggapan Dedi Mulyadi

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menanggapi pernyataan komika Pandji Pragiwaksono yang menyoroti kecenderungan warga Jawa Barat memilih pemimpin dari kalangan artis.

Menurut Dedi Mulyadi, pandangan tersebut patut diapresiasi sebagai bentuk kritik yang sehat dalam demokrasi.

Dedi menyebut Pandji sebagai sosok yang kerap menyampaikan kritik secara tajam namun tetap edukatif.

Ia juga mengaku sebagai penggemar Pandji karena konsistensi komika tersebut dalam menyampaikan pandangan sosial dan politik.

“Setiap pernyataannya menggelitik, korektif, dan edukatif,” kata Dedi Mulyadi dalam video yang diunggah lewat akun instagram pribadinya @dedimulyadi71 pada Minggu (4/1/2026).

Menanggapi anggapan warga Jawa Barat cenderung memilih pemimpin berlatar belakang artis, Dedi menilai tidak semua figur publik dari dunia hiburan dapat digeneralisasi.

Ia mencontohkan Deddy Mizwar dan Dede Yusuf, dua tokoh berlatar belakang artis yang pernah maju dalam kontestasi politik di Jawa Barat.

Dedi mengungkapkan Deddy Mizwar pernah menjadi pasangannya dalam pemilihan kepala daerah.

Namun, saat Deddy Mizwar mencalonkan diri sebagai gubernur, ia tidak terpilih.

Hal serupa dialami Dede Yusuf yang juga gagal memenangkan pemilihan.

Meski demikian, Dedi Mulyadi menilai Dede Yusuf memiliki kapasitas dan pemahaman pembangunan yang baik.

Menurut dia, Dede Yusuf kini terbukti mampu menjalankan perannya di tingkat nasional dengan menjadi pimpinan komisi di DPR.

“Banyak juga yang dari kalangan artis punya kemampuan,” ujarnya.

Terkait dirinya yang kerap disebut sebagai ‘Gubernur Konten’, Dedi Mulyadi menegaskan penilaian atas kepemimpinannya seharusnya dilihat dari hasil nyata di lapangan, bukan dari aktivitas di media sosial semata.

Ia mengajak Pandji untuk berkeliling ke berbagai daerah di Jawa Barat, meninjau langsung kondisi jalan provinsi dan pembangunan di wilayah-wilayah kabupaten dan kota.

“Apakah saya hanya gubernur konten atau gubernur kenyataan, itu bisa dilihat dari hasilnya di lapangan,” kata Dedi Mulyadi.

Dedi Mulyadi juga menegaskan keterbukaannya terhadap kritik publik.

Ia menilai kritik, termasuk yang disampaikan dengan cara jenaka, merupakan bagian penting dalam kehidupan demokrasi.

“Ini negara demokrasi. Setiap orang berhak menyampaikan pikiran dan gagasan, termasuk koreksi secara terbuka,” ujarnya