Wali Kota New York Sebut Serangan AS ke Venezuela sebagai Tindakan Perang

Ⓒ Hak cipta foto di atas dikembalikan sesungguhnya kepada pemilik foto

NEW YORK – Wali Kota New York City, Zohran Mamdani, secara terbuka mengecam serangan militer Amerika Serikat terhadap Venezuela, menyebutnya sebagai tindakan perang sekaligus pelanggaran terhadap hukum federal dan hukum internasional.

Pernyataan yang dilansir anadolu tersebut disampaikan Mamdani di tengah meningkatnya kecaman internasional atas operasi militer AS di Venezuela yang memicu eskalasi ketegangan global.

“Pengejaran perubahan rezim yang terang-terangan ini bukan hanya melanggar hukum, tetapi juga berdampak langsung pada warga New York,” kata Mamdani dalam pernyataannya. Ia menegaskan bahwa puluhan ribu warga Venezuela yang menetap di New York City turut merasakan dampak dari kebijakan tersebut.

Menurut Mamdani, kebijakan luar negeri berbasis kekuatan militer tidak hanya menciptakan krisis di negara sasaran, tetapi juga menimbulkan konsekuensi sosial, hukum, dan kemanusiaan di dalam negeri Amerika Serikat sendiri, terutama di kota-kota dengan komunitas imigran besar seperti New York.

Pernyataan Wali Kota New York ini muncul setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa Washington akan mengelola Venezuela hingga tercapainya apa yang disebutnya sebagai transisi yang aman. Klaim tersebut memicu kritik luas dari sejumlah kalangan, termasuk pejabat lokal, aktivis hak asasi manusia, dan komunitas diaspora Amerika Latin.

Hingga saat ini, Gedung Putih belum memberikan tanggapan atas kritik yang disampaikan Mamdani. Sementara itu, Pemerintah Venezuela menegaskan bahwa serangan AS merupakan pelanggaran terhadap kedaulatan negara dan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Kecaman dari pejabat kota terbesar di Amerika Serikat tersebut menambah tekanan politik domestik terhadap pemerintahan Trump, sekaligus memperluas dimensi konflik Venezuela ke ranah hukum dan kemanusiaan internasional.