Warga Venezuela Turun ke Jalan Tuntut Pembebasan Presiden Maduro, Kecam Agresi AS

CARACAS – Ribuan warga Venezuela dilaporkan membanjiri jalan-jalan utama ibu kota Caracas pada Jumat (waktu setempat), menuntut pembebasan segera Presiden Nicolás Maduro yang mereka sebut sebagai pemimpin terpilih secara demokratis. Aksi massa tersebut juga diwarnai kecaman keras terhadap Amerika Serikat atas dugaan agresi militer yang dinilai melanggar kedaulatan Venezuela.
Para pengunjuk rasa menyatakan tidak akan menghentikan aksi hingga Maduro kembali. “Tak seorang pun dari kami akan meninggalkan jalanan sampai presiden negara kami, Nicolás Maduro, kembali,” tegas Wali Kota Caracas, Carmen Meléndez, di hadapan massa.
Dalam aksi tersebut, para demonstran menyoroti apa yang mereka sebut sebagai dampak positif kepemimpinan Maduro, sembari mengutuk campur tangan asing dalam urusan dalam negeri Venezuela. Mereka juga mendesak Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) serta komunitas internasional untuk segera mengambil tindakan atas situasi yang terjadi.
Rekaman video yang beredar di media sosial memperlihatkan massa memenuhi jalan-jalan Caracas sambil membawa spanduk dan meneriakkan slogan-slogan penolakan terhadap intervensi asing.
Sementara itu, kritik terhadap langkah militer Amerika Serikat juga datang dari dalam negeri AS. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat dari Partai Demokrat, Jim McGovern, menyebut tindakan Presiden Donald Trump sebagai serangan ilegal.
“Tanpa otorisasi dari Kongres, dan dengan sebagian besar warga Amerika menentang aksi militer, Trump baru saja melancarkan serangan ilegal yang tidak dibenarkan terhadap Venezuela,” tulis McGovern melalui akun media sosial X.
McGovern juga mempertanyakan prioritas anggaran pemerintah AS. “Dia mengatakan kita tidak punya cukup uang untuk perawatan kesehatan bagi warga Amerika—tetapi entah bagaimana kita punya dana tak terbatas untuk perang?” tulisnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Gedung Putih menanggapi aksi protes di Caracas maupun kritik dari anggota Kongres AS tersebut.