Hamas Sebut Insiden Penabrakan di Utara Ramallah sebagai Respons atas Agresi Israel

RAMALLAH – Gerakan Perlawanan Islam Hamas menyatakan bahwa insiden penabrakan kendaraan yang terjadi di dekat Birzeit, wilayah utara Ramallah, merupakan bagian dari apa yang mereka sebut sebagai “kemarahan populer” dan diklaim sebagai respons terhadap tindakan Israel di wilayah pendudukan.
Dalam pernyataan resminya pada Minggu (4/1), Hamas menyebut insiden tersebut terjadi di tengah meningkatnya operasi militer Israel di Tepi Barat, termasuk penggerebekan harian, perluasan permukiman, serta serangan oleh tentara Israel dan kelompok pemukim terhadap warga Palestina dan properti mereka.
Hamas menuding kebijakan Israel mencakup pembunuhan, penindasan, dan pengusiran warga Palestina, serta upaya menciptakan fakta baru di lapangan melalui pembangunan permukiman dan penguasaan wilayah. Menurut Hamas, kondisi tersebut berlangsung tanpa adanya pencegah maupun akuntabilitas internasional.
Lebih lanjut, Hamas kembali menegaskan pandangannya bahwa perlawanan, dalam berbagai bentuk, merupakan cara yang diyakini kelompok tersebut untuk menghadapi kebijakan Israel di Tepi Barat dan Yerusalem.
Dalam pernyataan yang sama, Hamas juga menyerukan kepada warga Palestina di Tepi Barat dan Yerusalem untuk meningkatkan mobilisasi massa dan memperluas konfrontasi terhadap pasukan Israel serta pemukim.
Hingga berita ini diturunkan, otoritas Israel belum memberikan pernyataan resmi terkait klaim Hamas atas insiden tersebut. Situasi keamanan di Tepi Barat dilaporkan masih tegang seiring meningkatnya bentrokan dan operasi militer dalam beberapa waktu terakhir.