Akses Darat Terbatas, Bantuan ke Desa-Desa di Aceh Tengah Masih Dipasok Lewat Udara

Ⓒ Hak cipta foto di atas dikembalikan sesungguhnya kepada pemilik foto

BANDA ACEH – Bantuan logistik ke sejumlah daerah di Aceh Tengah terus dipasok menggunakan helikopter.

Penyaluran lewat udara dilakukan karena akses ke lokasi sulit dijangkau jalur darat.

Hari ini sejumlah helikopter rencananya terbang untuk menyalurkan bantuan ke sepuluh desa di lima kecamatan.

Beberapa desa yang menjadi target penyaluran bantuan masih terisolir akibat jalan dan jembatan terputus saat banjir yang terjadi Rabu 26 November 2025.

Juru Bicara Pos Komando Penanganan Bencana Aceh, Murthalamuddin, mengatakan, pendistribusian lewat udara menjadi langkah paling efektif untuk memastikan bantuan sampai ke masyarakat.

Selain itu, bantuan ke beberapa desa disalurkan menggunakan tali sling.

“Distribusi bantuan logistik dilakukan melalui jalur udara karena hingga saat ini sejumlah kampung di Aceh Tengah belum dapat dijangkau kendaraan darat akibat kerusakan jalan dan jembatan pascabencana,” kata Juru Bicara Posko Penanggulangan Bencana Aceh, Murthalamuddin, Rabu (7/1/2026).

Murthalamuddin menjelaskan, berdasarkan data yang dihimpun Posko Penanganan Bencana Aceh, terdapat beberapa kampung di Kecamatan Linge, Rusip Antara, Ketol, dan Bintang yang masih terisolir sehingga membutuhkan penanganan khusus untuk menyalurkan bantuan.

Untuk distribusi hari ini, helikopter direncanakan terbang ke Kampung Kute Riyem dan Reje Payung di Kecamatan Linge, Kampung Paya Tumpu, Pilar Wih Kiri, dan Pantan Bener di Kecamatan Rusip Antara, Kampung Ramung Ara di Kecamatan Celala, Kampung Blang Mancung, Bintang Pepara, dan Rejewali di Kecamatan Ketol, serta Kampung Kala Segi di Kecamatan Bintang.

“Setiap sorti membawa logistik dengan kapasitas 300 hingga 500 kilogram yang berisi kebutuhan dasar masyarakat, terutama bahan pangan,” ujarnya.

Murthalamuddin menambahkan, distribusi bantuan akan terus dilakukan secara bertahap hingga seluruh wilayah terdampak dapat dijangkau kembali melalui jalur darat.

Pemerintah berharap masyarakat di daerah terisolir terus mendapatkan bantuan.

“Kami memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi sambil menunggu proses perbaikan infrastruktur jalan dan jembatan selesai,” jelasnya. []