Aksi Nyata Prabowo Subianto dan Dasco: Pastikan Dana Pembangunan Aceh 2026 Tak Terpotong Sepeser Pun

BANDA ACEH – Keputusan strategis yang diambil Prabowo Subianto untuk menjaga stabilitas anggaran Provinsi Aceh di tengah situasi pascabencana banjir bandang mendapat sambutan luas dari masyarakat Bumi Serambi Mekkah.
Kebijakan ini dinilai sebagai bukti nyata komitmen pemerintah pusat dalam memprioritaskan percepatan pemulihan ekonomi dan infrastruktur Aceh tanpa terhambat birokrasi anggaran yang kaku.
Pemerintah pusat melalui koordinasi intensif dengan DPR RI sepakat untuk tidak memberlakukan efisiensi anggaran tahun 2026 bagi Aceh.
Langkah relaksasi ini diambil secara cepat dalam pertemuan koordinasi tingkat tinggi, di mana keberpihakan kepada daerah terdampak bencana menjadi prioritas utama Presiden Prabowo beserta jajaran menteri terkait guna memastikan kesejahteraan rakyat tetap terjaga.
Tokoh pemuda Aceh yang turut mengawal rombongan pimpinan DPR RI di lapangan, Wanda Assyura, menyatakan bahwa langkah ini merupakan bentuk kepekaan pemimpin nasional terhadap kondisi psikologis dan ekonomi warga Aceh.
“Keputusan Presiden Prabowo untuk tidak memotong anggaran Aceh di saat daerah kami sedang berjuang bangkit adalah angin segar bagi seluruh elemen masyarakat, terutama generasi muda yang berharap besar pada percepatan pembangunan kembali daerah ini,” ujar Wanda Assyura dalam keterangan tertulisnya yang diterima , Minggu (11/1/2026).
Sikap responsif Presiden juga tercermin dari peran aktif Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, yang menjadi jembatan krusial dalam menyampaikan aspirasi daerah langsung kepada kepala negara.
Sinergi antara eksekutif dan legislatif ini menghasilkan keputusan cepat yang membatalkan rencana pemotongan Dana Transfer ke Daerah (TKD) khusus untuk Aceh, mengingat urgensi penanganan dampak banjir yang masih berlangsung.
Wanda Assyura menambahkan bahwa kehadiran para pimpinan nasional ke Aceh bukan sekadar seremoni, melainkan membawa solusi konkret yang langsung dirasakan manfaatnya oleh pemerintah daerah dan masyarakat luas.
“Kami melihat langsung bagaimana koordinasi antara Pak Dasco dan Presiden Prabowo berjalan sangat efektif demi kepentingan Aceh. Ini adalah gaya kepemimpinan yang solutif dan tidak membiarkan rakyat menunggu lama di tengah kesulitan,” lanjutnya penuh apresiasi.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebelumnya mengonfirmasi bahwa setelah berkonsultasi dengan Presiden, diputuskan Aceh memperoleh perlakuan khusus.
Relaksasi anggaran ini dimaksudkan agar dana tambahan tetap tersedia bagi Pemerintah Aceh untuk menjalankan program pembangunan strategis, termasuk revitalisasi lahan pertanian dan tambak warga yang rusak akibat banjir.
Kebijakan ini sekaligus menepis kekhawatiran akan terjadinya stagnasi pembangunan akibat keterbatasan fiskal daerah.
Dengan anggaran yang tetap utuh, rencana perbaikan jembatan, fasilitas umum, hingga bantuan modal bagi UMKM di Aceh diharapkan dapat berjalan sesuai jadwal.
Hal ini dipandang sebagai bentuk keadilan anggaran bagi daerah yang tengah menghadapi tantangan alam yang berat.
Wanda Assyura juga menekankan pentingnya pengawalan anggaran ini hingga ke tingkat implementasi di desa-desa terdampak agar tepat sasaran dan berdampak signifikan.
“Pemuda Aceh akan terus mengawal semangat kebaikan dari Presiden Prabowo dan pimpinan DPR ini agar setiap rupiah yang dialokasikan benar-benar berubah menjadi jembatan yang kokoh dan sawah yang kembali hijau,” tegas Wanda menutup keterangannya.
Langkah berani Presiden Prabowo ini menjadi catatan positif dalam sejarah hubungan pusat dan daerah.
Kepentingan rakyat kecil di pelosok Aceh mendapatkan pembelaan langsung dari pemegang kekuasaan tertinggi negara. Sinergi harmonis antara Presiden, jajaran menteri, dan pimpinan DPR RI menjadi modal kuat bagi Aceh untuk segera keluar dari masa sulit dan kembali menata masa depan yang lebih gemilang.[]