Sukses Kelola Budaya, Suak Timah Raih Predikat Dari Kementerian

MEULABOH – Gampong Suak Timah Kecamatan Samatiga, Kabupaten Aceh Barat dapat apresiasi dari kementerian kebudayaan setelah sukses dalam merawat dan menghidupkan kebudayaan lokal secara konsosten.
Desa pesisir di Kabupaten Aceh Barat ini terpilih sebagai salah satu dari lima desa penerima Apresiasi Desa Budaya 2025 yang diberikan oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.
Penghargaan tersebut diberikan setelah Suak Timah melalui tahapan penggalian potensi desa, pendampingan masyarakat, hingga aktivasi kebudayaan berbasis lokal. Proses itu berjalan seiring dengan keseharian warga, mencatat pengetahuan lokal, menguatkan peran komunitas, serta membuka ruang ekspresi budaya melalui Festival Nipah.
Keuchik Suak Timah, Drs. Afdal, mengatakan capaian ini merupakan hasil kerja bersama seluruh unsur desa yang selama ini bergerak secara konsisten.
“Alhamdulillah, kerja keras Daya Desa bersama kelompok pemajuan kebudayaan, panitia Festival Nipah, pemerintah gampong, pemuda, PKK, serta seluruh warga Suak Timah menjadi faktor penting dalam pencapaian ini. Kami juga menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia yang telah memberikan kepercayaan dan kesempatan kepada desa kami,” ujar Afdal.
Ia menegaskan bahwa apresiasi tersebut tidak boleh berhenti sebagai kebanggaan semata.
“Bagi kami, ini adalah langkah awal. Ke depan, Suak Timah harus mampu berbuat lebih banyak dalam merawat, melestarikan, dan memanfaatkan potensi budaya lokal secara berkelanjutan,” katanya.
Sementara itu, Mukhsin, Daya Desa Suak Timah, menyebut penghargaan ini lahir dari proses belajar dan pendampingan yang terus berjalan, serta dukungan penuh masyarakat desa.
“Capaian ini merupakan hasil proses belajar dan pendampingan banyak pihak. Terima kasih kepada Kementerian Kebudayaan RI, para mentor, dan jejaring desa budaya yang selama ini membersamai kami. Secara khusus, kami berterima kasih kepada seluruh warga Suak Timah yang dengan kesabaran dan kebersamaan terus menjaga tradisi serta mendukung setiap proses dengan sepenuh hati” ujar Mukhsin.
Selain Suak Timah dari Provinsi Aceh, empat desa lain yang menerima Apresiasi Desa Budaya 2025 masing-masing berasal dari Provinsi Banten, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Timur, dan Jambi. Program ini menjadi bagian dari upaya penguatan pemajuan kebudayaan berbasis desa di berbagai wilayah Indonesia.
Dari rawa nipah yang selama ini menjadi bagian hidup masyarakat, Suak Timah menunjukkan bahwa kerja kolektif di tingkat gampong, jika dijaga dengan kebersamaan, mampu membawa desa melangkah hingga tingkat nasional.
Editor : Biro Meulaboh.