Menlu Araghchi Sebut Trump Cari-Cari Alasan untuk Serang Iran

Ⓒ Hak cipta foto di atas dikembalikan sesungguhnya kepada pemilik foto

BANDA ACEH  – Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi menuding Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mencari-cari alasan untuk melancarkan serangan militer terhadap negaranya. Menurut Araghchi, ancaman Washington terhadap Teheran tidak lepas dari skenario pihak tertentu yang ingin menyeret AS ke perang demi kepentingan Israel.

Dia menyebut demonstrasi sengaja diubah menjadi kekerasan berdarah oleh para pengacau yang disebutnya sebagai “teroris” guna memberi alasan bagi Trump melakukan intervensi militer terhadap Iran.

Araghchi juga mengatakan kepada para diplomat asing di Teheran, kekerasan meningkat selama akhir pekan lalu namun situasi sekarang berada di bawah kendali penuh.

Ancaman Trump bahwa AS akan melakukan intervensi militer terhadap Iran jika demonstrasi berubah menjadi kekerasan memberikan motivasi kepada teroris untuk menyerang dua pihak sekaligus, yakni demonstran yang benar-benar menyuarakan pendapat dengan tulus serta pasukan keamanan.

“Kami siap untuk perang, tapi juga siap untuk dialog,” ujar Araghchi, dalam wawancara dengan Al Jazeera, dikutip Selasa (17/1/2026).

Araghchi melanjutkan, Iran memiliki rekaman video pengiriman senjata kepada para demonstran. Pihak berwenang juga akan merilis pengakuan para demonstran yang ditangkap.

Demonstrasi “dipicu dan didorong” oleh unsur-unsur asing  seraya menegaskan pasukan keamanan akan memburu mereka yang bertanggung jawab.

Araghchi menyebut, meski tidak secara terbuka menyebut nama, pihak yang dimaksud jelas akan memperoleh keuntungan besar jika konflik bersenjata antara Iran dan AS benar-benar pecah.

Pernyataan tersebut muncul setelah Presiden Trump mengancam akan menyerang Iran apabila gelombang demonstrasi besar yang mengguncang negara itu terus menelan korban jiwa. Araghchi menilai ancaman itu dibangun di atas narasi yang sengaja dikondisikan.

Araghchi menegaskan Iran siap menghadapi segala kemungkinan jika AS memilih jalur militer. Dia menegaskan, kemampuan militer Iran telah meningkat signifikan sejak serangan Amerika Serikat dan Israel pada Juni 2025.

Di akhir pernyataannya, Araghchi menegaskan Iran tidak akan membiarkan kelompok teroris yang didukung pihak luar, terutama Israel, melanjutkan aktivitas mereka di wilayah Iran.

Meski demikian pemerintah Iran menjajaki kemungkinan pertemuan dengan utusan khusus Trump untuk Timur Tengah, Steve Witkoff, atau opsi lain guna mencegah pecahnya perang. Namun, dia meragukan kesungguhan Amerika Serikat untuk terlibat dalam dialog yang konstruktif selama ancaman serangan terus disampaikan secara terbuka