Lebih 155 Ribu Warga Aceh Masih Mengungsi, Pembangunan Huntara Dipacu

BANDA ACEH – Sebanyak jiwa atau kepala keluarga (KK) hingga kini masih bertahan di pengungsian pascabencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh pada akhir November 2025.
Pemerintah terus memacu pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak.
Data pengungsi tersebut dihimpun Pos Komando Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh hingga Selasa, 13 Januari 2026, pukul WIB.
Juru Bicara Posko Penanganan Bencana Banjir dan Longsor Aceh, Murthalamuddin, mengatakan jumlah pengungsi saat ini tersebar di 988 titik lokasi pengungsian yang berada di berbagai kabupaten dan kota.
“Pengungsi terbanyak saat ini berada di Aceh Utara dengan jiwa, disusul Aceh Tamiang sebanyak jiwa, Gayo Lues jiwa, dan Pidie Jaya jiwa,” ujar Murthalamuddin.
Selain itu, pengungsi juga tercatat masih bertahan di Aceh Timur sebanyak jiwa, Aceh Tengah jiwa, Bireuen jiwa, Bener Meriah jiwa, Nagan Raya jiwa, Lhokseumawe 138 jiwa, serta Pidie 137 jiwa.
Murthalamuddin menjelaskan, bencana banjir dan longsor telah menyebabkan kerusakan signifikan pada permukiman warga. Sebanyak unit rumah dilaporkan terdampak, dengan rincian unit rusak ringan, unit rusak sedang, serta unit rusak berat atau hilang.
Hingga saat ini, pendataan merinci unit rumah mengalami rusak berat dan unit dilaporkan hilang.
Ia menambahkan, pemerintah bersama unsur terkait terus memacu pembangunan hunian sementara bagi warga yang masih bertahan di pengungsian.
Di sisi lain, persiapan pembangunan hunian tetap (huntap) juga dilakukan agar masyarakat terdampak dapat segera kembali menempati rumah yang layak dan aman.
“Pemerintah terus berupaya memastikan pemulihan berjalan bertahap dan berkelanjutan, sehingga masyarakat terdampak bisa kembali hidup normal dengan kondisi hunian yang lebih layak,” pungkas Murthalamuddin. []