Pentingnya Shalat dalam Makna Isra Mi’raj

Ⓒ Hak cipta foto di atas dikembalikan sesungguhnya kepada pemilik foto

ACEH BESAR – Khatib Jumat di Masjid Babul Maghfirah, Gampong Tanjung Selamat, Kecamatan Darussalam, Kabupaten Aceh Besar, Jumat (16/1/2026), mengajak jamaah untuk memperkuat kesadaran akan pentingnya shalat dengan merujuk pada peristiwa agung Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur’an.

Khutbah diawali dengan pembacaan firman Allah SWT dalam Surah Al-Isra ayat 1 yang berbunyi: “Mahasuci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya, agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda kebesaran Kami.” Ayat tersebut, menurut khatib, menjadi dasar pemahaman umat Islam terhadap peristiwa Isra Mi’raj yang sarat dengan pesan keimanan dan ketaatan.

Khatib Dr. Tgk. H. Mutiara Fahmi, Lc., M.A dalam khutbahnya menegaskan bahwa salah satu hikmah terbesar dari peristiwa Isra Mi’raj adalah diwajibkannya shalat lima waktu. Perintah shalat, kata dia, diterima langsung oleh Rasulullah SAW tanpa perantara, yang menunjukkan kedudukan shalat sebagai ibadah paling utama dalam Islam.

Ia menjelaskan bahwa shalat bukan sekadar kewajiban ritual, melainkan sarana utama menjaga hubungan antara hamba dan Allah SWT. Shalat yang ditegakkan dengan kesadaran akan melahirkan ketenangan batin serta membentuk akhlak yang baik dalam kehidupan sosial.

Dalam khutbah tersebut juga disampaikan bahwa berbagai persoalan moral dan sosial yang terjadi di tengah masyarakat tidak terlepas dari lemahnya perhatian terhadap shalat. Jamaah diingatkan agar menjadikan shalat sebagai prioritas utama dan tidak menunda-nunda pelaksanaannya.

Menutup khutbahnya, khatib mengingatkan jamaah tentang beratnya hukum meninggalkan shalat sebagaimana ditegaskan dalam hadis Nabi Muhammad SAW. Rasulullah SAW bersabda, “Perjanjian antara kami dengan mereka adalah shalat. Barang siapa meninggalkannya, maka sungguh ia telah kafir,” (HR. Ahmad dan Tirmidzi).

Selain itu, Nabi SAW juga bersabda, “Batas antara seseorang dengan kesyirikan dan kekafiran adalah meninggalkan shalat,” (HR. Muslim). Hadis tersebut, menurut khatib, menjadi peringatan keras agar umat Islam tidak meremehkan kewajiban shalat, baik dengan sengaja meninggalkannya maupun melalaikannya tanpa alasan syar’i.

Pelaksanaan Shalat Jumat di Masjid Babul Maghfirah berlangsung dengan tertib dan khidmat. Bertindak sebagai imam Drs. Tgk. H. M. Aji Adam, sementara muazin Ust. M. Zaky Al Halimi dan Tgk Murdani

Pengurus Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Babul Maghfirah berharap khutbah tersebut dapat menjadi pengingat kuat bagi jamaah untuk menjadikan momentum Isra Mi’raj sebagai bahan muhasabah, khususnya dalam menjaga shalat lima waktu sebagai tiang agama dan penentu keselamatan di dunia serta akhirat. []