Puluhan Ribu Pegawai BGN Diangkat Jadi PPPK, FSGI: Melukai Hati Guru yang Berjuang Bertahun-tahun

BANDA ACEH – Sebanyak 32 ribu pegawai Badan Gizi Nasional (BGN) bakal diangkat menjadi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) pada Februari 2026. Mayoritas dari mereka bertugas sebagai kepala satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) atau dapur makan bergizi gratis (MBG).Dewan Pakar Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), Retno Listyarti, mengatakan pengangkatan para pegawai BGN menjadi PPPK sangat berpotensi menciptakan ketidakadilan bagi para guru honorer. Pasalnya, para pegawai BGN itu baru bekerja dalam waktu singkat, tapi sudah mendapatkan kesempatan diangkat menjadi PPPK.
“Jadi mereka belum genap, bahkan satu tahun ya, jadi kurang dari satu tahun, tapi mereka secara otomatis sudah bisa mengikuti CAT dan dipastikan mereka lolos gitu ya. Sementara untuk teman-teman guru, nggak gitu,” kata dia saat dihubungi Republika, Rabu (21/1/2026).
Ia mengungkapkan, selama ini banyak para guru yang harus menanti puluhan tahun untuk bisa menjadi PPPK. Pasalnya, tidak ada kepastian bagi guru yang mengikuti seleksi bisa lolos PPPK. Untuk mengikuti seleksi, para guru juga waktu setidaknya dua tahun mengajar.
“Sementara aturan ini ditabrak gitu oleh keputusan presiden gitu ya, yang terkait dengan pengangkatan pegawai SPPG ini untuk menjadi PPPK,” kata Retno.
Ia menilai, pengangkatan pegawai BGN menjadi PPPK adalah sebuah privilese yang tidak didapatkan para guru. Sementara nasib guru honorer yang upahnya jauh di bawah upah minimum tidak mendapatkan kesempatan yang sama.
“Kalau dari sisi apa guru, tentu saja ini melukai rasa keadilan teman-teman guru. Karena teman-teman guru itu untuk berjuang menjadi PPPK sangat tidak mudah, butuh waktu bertahun-tahun,” kata dia.
Sebelumnya, Kepala BGN Dadan Hindayana mengatakan, saat ini pihaknya sudah memiliki pegawai berstatus ASN. Ribuan orang itu telah dinyatakan lolos sebagai PPPK dalam rekrutmen tahap satu dan menjadi ASN per 1 Juli 2025.
“Jadi kami sudah melakukan rekrutmen dan tes untuk Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja tahap satu sebanyak yang sudah menjadi ASN terhitung mulai tanggal 1 Juli 2025,” kata dia saat rapat bersama Komisi IX DPR, Selasa (20/1/2026).
Ia menambahkan, pihaknya juga telah melakukan rekrutmen PPPK tahap kedua untuk 32 ribu formasi. Sebanyak formasi adalah khusus untuk kepala SPPG yang dididik melalui program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI). Sementara 750 formasi dibuka untuk umum, dengan rincian 375 akuntan dan 375 ahli gizi.
“Pada tahap dua, kami sudah melakukan seleksi sebanyak di mana yang itu khusus, itu adalah seluruh kepala SPPG yang dididik melalui Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia,” kata Dadan.
Menurut dia, puluhan ribu orang itu sudah melakukan pendaftaran dan serangkaian seleksi. Ia menilai, 32 ribu orang itu diperkirakan akan diangkat menjadi PPPK pada 1 Februari 2026.
“Mereka sekarang dalam tahap pengisian daftar riwayat hidup dan pengusulan nomor Induk PPPK, sehingga diperkirakan mereka akan menjadi PPK mulai tanggal 1 Februari 2026,” ujar Dadan.
Tak cukup sampai di situ, BGN juga masih akan melakukan rekrutmen tahap ketiga dan keempat dengan jumlah formasi masing-masing orang.